SUKABUMI — Guncangan gempa bumi tektonik melanda wilayah selatan Jawa Barat, Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. BMKG melaporkan episenter gempa berada di koordinat 7,7° Lintang Selatan dan 106,54° Bujur Timur, atau tepatnya di laut pada jarak 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.
Dengan kedalaman 23 kilometer, gempa ini masuk kategori dangkal. Meski kekuatannya sedang, guncangan dilaporkan terasa di sejumlah titik, terutama di wilayah pesisir selatan Sukabumi dan sekitarnya. BMKG masih melakukan pemantauan untuk memperbarui data intensitas guncangan di masing-masing daerah.
Gempa dengan kedalaman di bawah 60 kilometer, seperti yang terjadi di Sukabumi ini, memiliki energi yang lebih besar saat mencapai permukaan. Semakin dangkal pusat gempa, semakin kuat guncangan yang dirasakan di daratan, meskipun magnitudonya tergolong sedang. Inilah yang membuat warga di pesisir selatan Jabar perlu waspada terhadap potensi kerusakan ringan pada bangunan yang tidak kokoh.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Jika berada di dalam rumah atau gedung, berlindunglah di bawah meja atau benda kokoh untuk melindungi kepala dari benda jatuh. Jauhi jendela, dinding luar, dan lemari tinggi.
Bagi warga yang berada di luar ruangan, segera menjauh dari gedung bertingkat, tiang listrik, dan pohon besar. Menuju ke lapangan terbuka adalah langkah paling aman. Di wilayah pegunungan atau lereng, waspadai potensi longsor akibat getaran gempa.
Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya tidak berada di dasar laut dengan mekanisme sesar naik, BMKG tetap mengingatkan warga di pesisir untuk tidak kembali ke pantai sebelum ada pernyataan resmi aman. Gempa susulan berkekuatan lebih kecil kerap terjadi setelah gempa utama.
Masyarakat diminta hanya mengakses informasi dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan di lapangan.