BANDUNG — Puluhan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bandung mengambil langkah strategis dengan membentuk Koperasi Merah Putih (KMP) Kota Bandung Sekunder. Pendirian ini merupakan respons atas kondisi 151 KKMP yang sudah berbadan hukum namun mayoritas belum beroperasi secara aktif melayani anggotanya.
Koperasi sekunder tersebut resmi berdiri di hadapan Notaris Devi Elora, S.H., M.Kn. pada 17 Juli 2026. Para penggagasnya adalah Dodi Cahyadi, Sudiman Bonavarte, Imran Ramdani, Sukidi, Herjani M, Bob, dan Priyatna Nitikusumah, serta didukung pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Erna.
Menurut Ketua Dewan Pengawas KMP Sekunder Kota Bandung, Sudiman Bonavarte, inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap lambatnya gerakan koperasi di tingkat kelurahan. "Alhamdulillah melalui berbagai halangan dan rintangan dan hambatan dan bermodalkan semangat kegotongroyongan dan kebersamaan demi membantu mewujudkan kesejahteraan anggota, pada tanggal 17 Juli 2026 dihadapan Notaris DEVI ELORA,S.H., M.Kn. KMP Kota Bandung Sekunder resmi berdiri," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Sudiman menjelaskan, penetapan Dr. Dodi Cahyadi sebagai ketua secara aklamasi didasarkan pada keberhasilannya memimpin KKMP Sukaluyu. Di bawah kepemimpinannya, KKMP Sukaluyu berhasil membangun gerai sembako dan mendapat kepercayaan dari distributor maupun prinsipal. "Sehingga anggotanya mendapatkan pelayanan kebutuhan dengan harga yang bersaing dengan mart-mart yang ada," kata Sudiman.
Ketua KMP Kota Bandung Sekunder, Dodi Cahyadi, menegaskan bahwa koperasi sekunder ini akan mempermudah akses barang bagi KKMP primer. Para pengurus KKMP tidak perlu memikirkan modal awal. Cukup mengajukan daftar kebutuhan barang, maka KMP Sekunder akan memasoknya dengan sistem konsinyasi.
"Silahkan mengajukan daftar kebutuhan barang, nanti barang dikirim dan bayar sesudah barang terjual," ujar Dodi.
Ia menambahkan, ke depan distributor atau prinsipal bisa langsung mengirimkan barang ke alamat KKMP masing-masing. Hal ini memangkas biaya transportasi dan memperpendek jalur distribusi. "Dengan hadirnya KMP Kota Bandung Sekunder para distributor atau prinsiple tidak harus melayani 151 KKMP, tapi cukup dengan satu koperasi sekunder bisa melayani KKMP se Kota Bandung," pungkas Dodi.
Saat ini, baru sekitar 10 persen dari total KKMP di Kota Bandung yang bergabung menjadi anggota KMP Sekunder. Namun, Sudiman optimistis 141 KKMP sisanya akan segera mendaftar untuk memanfaatkan fasilitas layanan, terutama pasokan barang kebutuhan pokok.
"Kami akan segera menyosialisasikan kehadiran dan peran KMP Kota Bandung Sekunder serta manfaatnya bagi KKMP primer," ucapnya.
Ia berharap, dengan terbentuknya koperasi sekunder ini, seluruh KKMP di Kota Bandung bisa segera mendirikan gerai sembako dan aktif melayani masyarakat di tingkat kelurahan.