JAWA BARAT — Bocoran paten terbaru dari Huawei mengindikasikan bahwa Mate XT 2 akan mengusung pendekatan desain yang berbeda dari generasi pertama. Alih-alih melipat ke luar, ponsel ini disebut-sebut menggunakan mekanisme lipatan ke dalam (inward-folding). Perubahan ini berpotensi memberikan perlindungan lebih baik pada layar utama saat perangkat terlipat.
Dari paten yang bocor, fitur paling menonjol adalah mekanisme lipatan ke dalam. Berbeda dengan desain lipat tiga generasi pertama yang lebih eksposur, pendekatan ini membuat layar utama tersembunyi saat perangkat dilipat. Ini mirip dengan prinsip yang digunakan Samsung pada lini Galaxy Z Fold, namun diterapkan pada format tiga lipatan.
Selain itu, modul kamera bundar di bagian belakang menjadi penanda visual yang membedakan Mate XT 2 dari kompetitor. Meski detail sensor belum terungkap, Huawei biasanya membekali lini Mate dengan kamera flagship.
Harga resmi belum diumumkan. Berdasarkan strategi Huawei sebelumnya, Mate XT 2 kemungkinan akan dirilis di China lebih dulu pada Oktober, lalu menyusul pasar global. Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi ketersediaan. Sebagai gambaran, generasi pertama Mate XT dibanderol sekitar CNY 19.999 (sekitar Rp 44 juta).
Perubahan paling signifikan ada pada mekanisme lipatan. Jika Mate XT generasi pertama menggunakan kombinasi lipatan ke dalam dan ke luar, Mate XT 2 sepenuhnya mengadopsi lipatan ke dalam. Ini bisa menjadi respons atas isu ketahanan layar yang kerap dikeluhkan pengguna ponsel lipat. Baterai 6.000 mAh juga menjadi peningkatan besar, mengingat generasi pertama "hanya" dibekali 5.600 mAh.
Bagi pengguna yang sudah familiar dengan ponsel lipat tiga, Mate XT 2 menawarkan evolusi desain yang lebih matang. Namun, bagi pengguna awam, format tri-fold masih tergolong barang baru dengan harga yang masih sangat premium. Keputusan membeli sebaiknya menunggu ulasan teknis lebih lanjut, terutama terkait ketahanan engsel dan lipatan setelah pemakaian jangka panjang.