GARUT — SMK Mekarmukti menggelar kegiatan sosial sebagai penutup MPLS tahun ajaran 2026/2027. Santunan menyasar 50 jompo dan anak yatim di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, yang berlangsung pada Jumat malam (17/7/2026).
Kepala SMK Mekarmukti, Dr. H. Sudrajat, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari materi kepramukaan dalam MPLS. Penutupan resmi digelar keesokan harinya, Sabtu (18/7/2026), melalui upacara di lapang sepakbola Desa Karangsari.
“Sebanyak 50 jompo dan anak yatim di Desa Karangsari menerima santunan berupa beras dan uang. Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian MPLS sekaligus bentuk kepedulian sosial yang ingin kami tanamkan kepada peserta didik baru,” ujar Sudrajat.
Sebanyak 181 siswa baru mengikuti seluruh rangkaian MPLS sejak Senin (13/7/2026). Selama enam hari, mereka mendapatkan materi adaptasi lingkungan sekolah dan pembentukan karakter.
Menurut Sudrajat, kepramukaan yang dipadukan dengan aksi sosial dipilih agar siswa tidak hanya memahami kehidupan sekolah dari sisi akademik. “Kami ingin peserta didik baru memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang menumbuhkan rasa empati, gotong royong, dan kepedulian kepada sesama,” katanya.
Santunan dipusatkan di Desa Karangsari dengan sasaran warga lanjut usia dan anak yatim yang membutuhkan. Selain menyerahkan bantuan, kegiatan itu juga menjadi ajang interaksi antara siswa dengan masyarakat setempat.
Rangkaian MPLS SMK Mekarmukti tahun ini diisi pengenalan lingkungan sekolah, pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, tata tertib sekolah, hingga kegiatan kepramukaan. Pihak sekolah berharap seluruh materi dapat menjadi bekal bagi siswa baru dalam menjalani proses pembelajaran di SMK Mekarmukti.