JAWA BARAT — Laga yang akan digelar di New Jersey Stadium, New York City, ini mempertemukan peringkat 3 dan 4 dunia FIFA. Kedua tim sama-sama dalam tekanan besar setelah ambisinya mencapai final kandas. Prancis dihajar Spanyol 0-2 di Dallas, sementara Inggris takluk 2-1 dari juara bertahan Argentina di Atlanta, sama-sama pada 15 Juli lalu.
Kekalahan Prancis jadi sorotan. Sanjungan berlebihan pada Kylian Mbappe sebagai favorit juara buyar oleh kekuatan kolektif Spanyol. "Spanyol memberikan cetak biru tentang cara menghentikan serangan Prancis yang dimotori Mbappe dan Ousmane Dembele," tulis laporan yang dihimpun.
Sementara itu, Inggris menuai kritik setelah pelatih Thomas Tuchel dinilai terlalu defensif. Unggul 1-0 sejak menit ke-55, Tuchel justru menarik timnya bertahan. Keputusan itu berbuah petaka ketika Lionel Messi dkk membalikkan keadaan menjadi 2-1 di penghujung waktu normal dan perpanjangan waktu. "Pengamat sepak bola menyalahkan Tuchel yang mengarahkan pemainnya bertahan setelah unggul," demikian analisis yang beredar.
Secara historis, Inggris unggul dalam 32 pertemuan dengan 17 kemenangan berbanding 10 milik Prancis, plus 5 hasil imbang. Namun, bentrok terakhir di perempat final Piala Dunia 2022 dimenangkan Prancis 2-1. Rekor ini membuat laga nanti sulit ditebak. Pertemuan terakhir lainnya, Prancis menang 3-2 di laga persahabatan 2017, sementara Inggris menang 2-0 pada 2015.
Prancis diperkirakan tetap mengandalkan Mbappe sebagai kapten. Pelatih Didier Deschamps kemungkinan menurunkan formasi dengan Maignan di bawah mistar, lini belakang diisi Kounde, Konate, Lacroix, dan T. Hernandez. Lini tengah diisi Kone serta Zaire-Emery, sementara Cherki, Olise, dan Doue mendukung Mbappe di depan.
Inggris akan mengandalkan Harry Kane sebagai ujung tombak. Pickford tetap menjadi kiper utama, dengan Spence, Konsa, Guehi, dan O'Reilly di lini belakang. Rice serta Anderson berduet di tengah, sementara Rogers, Bellingham, dan Gordon menjadi penyuplai bola bagi Kane.
Selain medali, laga ini juga menjadi ajang pembuktian individu. Persaingan Sepatu Emas (Golden Boot) masih terbuka lebar. Mbappe dan Dembele dari kubu Prancis, serta Kane dan Jude Bellingham dari Inggris, masih punya peluang menyalip Lionel Messi yang memimpin daftar sementara. Duel ini menjadi motivasi ekstra bagi para bomber untuk menambah pundi-pundi gol mereka.