Disdik Sumedang Petakan Sekolah Negeri yang Sepi Peminat di PPDB 2026/2027, Sejumlah Faktor Jadi Penyebab

Penulis: Eri Subagio  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 23:34:01 WIB
Kepala Disdik Sumedang Eka Ganjar Kurniawan menyampaikan laporan sejumlah sekolah negeri di Sumedang memiliki jumlah siswa baru di bawah kapasitas pada PPDB 2026/2027.

Kepala Disdik Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengungkapkan, berdasarkan pengecekan sementara, semua sekolah negeri di wilayahnya memang kebagian siswa baru. Namun, ada laporan mengenai sekolah yang jumlah siswanya masih di bawah kapasitas yang tersedia.

"Alhamdulillah semua sekolah negeri ada siswa barunya, meskipun ada laporan yang di bawah kapasitas," ujar Eka di Sumedang, Jumat.

Faktor Penurunan Lulusan SD dan Pilihan ke Madrasah

Eka menjelaskan, kondisi kekurangan siswa ini dipengaruhi oleh setidaknya dua faktor utama. Pertama, terjadi penurunan jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kedua, sebagian lulusan SD memilih jalur pendidikan lain, seperti madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini membuat distribusi siswa ke sekolah negeri reguler menjadi tidak merata.

"Walaupun di beberapa sekolah, siswa yang masuk masih di bawah daya tampung. Ini dimungkinkan karena jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke SMP menurun ataupun ada yang memilih sekolah lain, seperti sekolah di bawah Kementerian Agama," katanya.

Kapasitas Rombel dan Upaya Penyisiran Siswa

Dalam ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebelumnya, kapasitas rombongan belajar (rombel) maksimal ditetapkan sebanyak 28 siswa per kelas untuk SD dan 32 siswa per kelas untuk SMP. Jika daya tampung ini tidak terpenuhi, efisiensi operasional sekolah bisa terganggu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disdik Sumedang akan melakukan penyisiran dan pemetaan terhadap anak-anak usia sekolah yang hingga kini belum diketahui melanjutkan pendidikan ke mana. Tujuannya, memastikan seluruh anak di Kabupaten Sumedang tetap mendapat layanan pendidikan dan tidak ada yang putus sekolah di awal tahun ajaran baru.

"Walaupun begitu kami tetap akan melakukan penyisiran atau pemetaan berkaitan dengan siswa-siswa yang belum ada kejelasan melanjutkan ke sekolah mana," ujar Eka.

Hasil Pemetaan Jadi Bahan Evaluasi Pemerataan Pendidikan

Hasil dari pemetaan ini tidak hanya digunakan untuk menjaring siswa yang terlewat, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Disdik Sumedang. Pemerintah daerah ingin melihat pola distribusi peserta didik secara lebih akurat, terutama di sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa.

Dengan data yang lebih jelas, penataan penerimaan peserta didik pada tahun-tahun mendatang diharapkan bisa lebih optimal. Pemerintah daerah juga berharap layanan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat Sumedang dapat terus terjamin.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top