Pemprov Jabar Siapkan Perpustakaan Digital dan Layanan Keliling di Gasibu Selama Penataan Lapangan, Akses Literasi Tetap Jalan

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 22:15:31 WIB
Pemprov Jabar menyiapkan perpustakaan digital dan layanan perpustakaan keliling di kawasan Lapangan Gasibu selama proses penataan berlangsung.

BANDUNG — Kawasan Lapangan Gasibu yang selama ini menjadi ruang publik paling aktif di pusat Kota Bandung tengah menjalani penataan menyeluruh. Namun, Pemprov Jawa Barat memastikan aktivitas membaca dan edukasi warga tidak ikut terhenti.

Transformasi Perpustakaan Gasibu Jadi Digital

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah mengubah perpustakaan konvensional di kawasan Gasibu menjadi perpustakaan digital. Layanan ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan secara lebih fleksibel tanpa harus datang ke lokasi fisik.

Selain itu, Pemprov Jabar juga akan mengoperasikan perpustakaan keliling atau mobile library di sekitar Lapangan Gasibu. Layanan ini menjadi solusi sementara selama proses penataan berlangsung.

Penataan Kawasan Tak Kurangi Akses Pengetahuan

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, transformasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akses literasi sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.

"Penataan Lapangan Gasibu akan terintegrasi dengan kawasan Gedung Sate. Namun, kami memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan literasi melalui perpustakaan digital maupun layanan perpustakaan keliling yang disiapkan," ujar Herman, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, masyarakat juga masih dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan umum yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut, salah satunya Perpustakaan Umum Kota Bandung di Jalan Seram Nomor 2.

Lapangan Gasibu: Ruang Publik Paling Aktif di Bandung

Menurut Herman, Lapangan Gasibu selama ini menjadi salah satu ruang publik yang paling aktif dimanfaatkan warga untuk beragam aktivitas. Mulai dari olahraga, berjalan santai, hingga rekreasi bersama keluarga.

Kondisi tersebut membuat kawasan ini memerlukan penataan secara menyeluruh agar lebih tertata, aman, dan nyaman digunakan. "Ruang publik yang berkualitas harus tetap berjalan seiring dengan penguatan budaya literasi. Karena itu, penataan kawasan ini tidak akan mengurangi akses masyarakat terhadap layanan membaca dan edukasi," katanya.

Prioritas Pembangunan SDM di Jawa Barat

Pemprov Jawa Barat berharap transformasi perpustakaan serta penataan kawasan Gasibu dapat menciptakan ruang publik yang lebih modern tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pengetahuan.

"Penguatan literasi akan terus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Karena itu, layanan kepada masyarakat tetap kami hadirkan meski kawasan ini sedang ditata," pungkas Herman.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top