BANDUNG — Lonjakan harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi di antara komoditas lainnya. Harganya naik Rp 685 atau 1,43 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Kenaikan ini langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama pelaku UMKM kuliner yang bergantung pada pasokan cabai segar.
Daging ayam ras ikut naik 0,26 persen menjadi Rp 36.148 per kg. Telur ayam ras merangkak naik 1,37 persen ke level Rp 25.086 per kg. Kenaikan tiga komoditas protein ini biasanya berbarengan dengan peningkatan permintaan menjelang akhir pekan atau musim hajatan.
Data SP2KP Kemendag yang dipantau pukul 15.01 WIB menunjukkan pergerakan harga beragam. Berikut rincian harga beberapa komoditas utama di Jawa Barat:
Di tengah tekanan harga di kelompok cabai dan protein, bawang putih honan justru turun paling tajam. Komoditas ini turun Rp 380 atau 1,01 persen menjadi Rp 37.240 per kg. Penurunan ini bisa menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga yang merasakan beban belanja harian.
Harga beras premium dan medium bertahan stabil di angka Rp 14.657 per kg dan Rp 13.226 per kg. Minyak goreng curah dan minyakita juga tidak bergerak, masing-masing di Rp 19.793 per liter dan Rp 15.700 per liter. Stabilitas harga beras dan minyak goreng menjadi penopang utama daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga sayur dan protein.
Kenaikan harga cabai rawit signifikan langsung dirasakan pedagang sambal dan warung makan. Meski data tidak menyebutkan volume transaksi, kenaikan ini kerap memicu penyesuaian harga jual di tingkat pengecer. Sebaliknya, penurunan harga bawang putih dan cabai keriting bisa sedikit meringankan beban pedagang sayur di pasar tradisional.
Pemantauan harga oleh Kemendag dilakukan secara harian di seluruh provinsi, termasuk Jawa Barat. Data tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk menggelar operasi pasar jika harga melonjak di luar batas wajar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengenai rencana intervensi pasar.