BANDUNG — Provinsi Jawa Barat mencatatkan 14,17 juta pengguna dan 10,45 juta merchant QRIS hingga Mei 2026. Angka itu menjadikan Jawa Barat sebagai kontributor utama pangsa pengguna (22,49 persen) dan merchant (22,02 persen) QRIS nasional.
Dari sisi volume transaksi, tercatat 1,87 miliar transaksi QRIS di Jawa Barat. Jumlah itu tumbuh 112,89 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp 163,74 triliun, naik 90,08 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi untuk terus memperluas adopsi pembayaran digital. “Implementasi QRIS yang terus menunjukkan kinerja positif, menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu kontributor utama nasional,” ujarnya saat pembukaan QJI 2026 di Bandung, Kamis (16/7).
QJI 2026 mengusung tema 'Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS'. Acara ini digelar serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN). Di Jawa Barat, pendaftaran berlangsung pada 21-30 Juni 2026 dan menjaring 132 peserta. Setelah seleksi administrasi, 102 peserta yang tergabung dalam 34 tim dinyatakan lolos.
Melalui kompetisi pembuatan konten edukasi Perlindungan Konsumen, terpilih tujuh tim terbaik yang berhak melaju ke tahap final. Para finalis akan menjalankan misi di kawasan wisata kuliner Bandung Raya dengan fokus pada kampanye penggunaan QRIS dan perluasan akseptasi pembayaran digital.
Pada tahap final, peserta menjalankan ekspedisi kuliner ke tujuh merchant legendaris Kota Bandung. Tujuannya adalah Warung Bu Imas, Kupat Tahu Gempol, Bandoengs che Melk Centrale, Warung Kopi Purnama, Roti Gempol, Yogurt Cisangkuy, dan Lontong Kari GG Kebon Karet.
Dalam misi tersebut, para finalis berperan sebagai The Culinary Storyteller. Mereka diminta mengangkat kisah, keunikan, dan nilai budaya di balik setiap destinasi kuliner melalui konten digital yang kreatif. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan eksposur digital para merchant legendaris sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kemudahan dan manfaat QRIS sebagai instrumen pembayaran digital.
Tim terbaik dari QJI 2026 West Java Chapter akan melanjutkan misi ke tingkat wilayah Jawa. Bank Indonesia berkomitmen memperkuat literasi sistem pembayaran digital, memperluas akseptasi QRIS, serta mendorong kolaborasi antara digitalisasi transaksi dengan pengembangan sektor pariwisata dan UMKM.
Sinergi ini diharapkan mempercepat terwujudnya ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. Pada saat yang sama, program ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang berkelanjutan. (Pun)