BANDUNG — Dua aksi begal di Kota Bandung berhasil diungkap polisi dalam waktu kurang dari tiga jam setelah laporan warga. Di Flyover Kopo, seorang pria yang hendak berangkat kerja dihadang dua pelaku hingga mengalami luka berat, serta kehilangan motor dan telepon genggamnya. Pelaku berinisial RP dan RF kini sudah dijebloskan ke penjara.
Insiden serupa terjadi di Jalan BKR. Tiga orang pelaku yang merampas motor dan telepon genggam korban berhasil ditangkap jajaran Polsek Regol. Kedua pengungkapan ini menunjukkan respons cepat aparat terhadap laporan masyarakat.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah preemtif dan preventif. “Setiap malam anggota melaksanakan patroli dan KRYD secara menyeluruh, baik oleh polsek sesuai wilayah hukumnya maupun oleh Polrestabes dengan melibatkan seluruh fungsi,” ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Rabu (15/7/2026).
Tim Prabu dari Polrestabes Bandung juga diterjunkan setiap malam untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, Curanmor, Curat, Curas (C3), premanisme, maupun geng motor. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada warga Kota Bandung yang belakangan resah dengan maraknya kejahatan di malam hari.
AKBP Anton menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku kriminal yang melakukan kekerasan secara sadis dan kejam. “Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat,” tegasnya.
Polrestabes Bandung juga mengaktifkan layanan pengaduan 110 yang gratis. Masyarakat diminta segera melapor jika mengetahui atau mengalami gangguan kamtibmas. “Dengan begitu kami dari kepolisian dapat segera merespons laporan tersebut. Alhamdulillah, kurang dari tiga jam pelaku berhasil diamankan berkat informasi dari masyarakat,” sambung Anton.
Keberhasilan pengungkapan dua kasus begal ini tak lepas dari laporan cepat warga. Polisi mengakui bahwa informasi dari masyarakat menjadi kunci utama dalam mengejar pelaku. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar pelaku dapat segera diamankan sebelum sempat melarikan diri atau beraksi kembali.
Dengan patroli yang diperketat dan sistem pelaporan yang mudah diakses, Polrestabes Bandung berharap angka kejahatan jalanan bisa ditekan. Warga pun diimbau untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari, dan tidak ragu menghubungi 110 jika melihat hal mencurigakan.