BEKASI — Tiga sektor bisnis utama mencatat pertumbuhan paling pesat di Bekasi, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu magnet investasi komersial di Jawa Barat. Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa kuliner, waralaba, dan penataan ritel pasar harian menjadi primadona baru bagi investor.
Unit usaha makanan di Bekasi tak lagi sekadar menjual rasa. Para investor kini gencar menghadirkan kafe berdesain modern, restoran bernuansa alam untuk keluarga, hingga pusat kuliner Nusantara berskala besar di pinggiran kota. Konsep ruang gaya hidup terpadu yang menggabungkan tempat makan dengan fasilitas rekreasi ringan, seperti area biliar, menjadi tren yang diminati konsumen muda.
Mobilitas tinggi warga Bekasi sebagai penyangga Ibu Kota mendorong model bisnis yang praktis dan cepat berkembang. Lonjakan peminat signifikan terjadi pada sektor waralaba, kemitraan, keagenan, hingga pemasaran afiliasi.
Usaha minuman seperti es teh kemitraan dan produk boba tetap menjadi primadona. Alasannya, perputaran modal yang cepat dan selera pasar yang tepat. Fenomena ini mendorong lebih dari 100 merek nasional untuk siap memperluas jaringan mereka ke Bekasi.
Pemerintah daerah turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan fasilitas perdagangan. Salah satu langkah konkretnya adalah penataan Pasar Baru Kota Bekasi. Pedagang ritel kebutuhan pokok kini telah dipindahkan ke area kios gedung yang lebih higienis.
Penataan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada pertengahan September. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem belanja yang nyaman bagi konsumen sekaligus berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di Bekasi.