BYD Salah Kirim 1.265 Unit Atto 2 dan Atto 3 di Australia, Konsumen Dapat Mobil Model 2025 Padahal Bayar Versi 2026

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 03:37:01 WIB
Ribuan unit BYD Atto 2 dan Atto 3 di Australia yang dikirimkan kepada konsumen merupakan stok produksi tahun 2025, bukan model 2026 sesuai dokumen penjualan.

JAWA BARAT — Keributan melanda konsumen BYD di Australia setelah ribuan unit Atto 2 dan Atto 3 yang dikirimkan ternyata merupakan stok produksi 2025, bukan model 2026 seperti yang tertera di dokumen penjualan. Peristiwa ini terkuat setelah para pembeli melayangkan protes ke media, menganggap kompensasi awal tidak sebanding dengan potensi kerugian depresiasi kendaraan.

Kesalahan Data Produksi dari Pabrik ke Dokumen Penjualan

Direktur Hubungan Masyarakat BYD Australia Paul Ellis menjelaskan kepada ABC News, Sabtu (11/7), bahwa akar masalah ada pada sistem pencatatan internal perusahaan. Sistem keliru mencatat tanggal kendaraan meninggalkan pabrik sebagai tanggal produksi. Data yang salah ini kemudian terbawa hingga ke kontrak pembelian konsumen.

"Itu adalah kesalahan administratif yang terjadi. Tidak ada niat menipu," tegas Ellis kepada Carscoops. Ia memastikan secara teknis tidak ada perbedaan antara unit yang sudah terlanjur dikirim dengan spesifikasi versi 2026 yang dijanjikan.

Tiga Opsi Kompensasi: Refund Penuh, Tukar Unit, atau Terima Uang Tunai

Awalnya BYD hanya menawarkan kompensasi AU$1.100 atau setara Rp13,7 juta per unit. Tawaran ini dinilai banyak konsumen tak cukup menutup kerugian nilai jual kembali mobil bekas yang sudah terdepresiasi. Setelah tekanan media meningkat, BYD mengubah sikap dengan memberikan tiga pilihan kepada seluruh pembeli terdampak:

  • Refund penuh: konsumen bisa mengembalikan unit dan mendapatkan uang kembali secara utuh.
  • Menukar unit: mendapatkan mobil baru build 2026 dengan harga sesuai kontrak awal.
  • Mempertahankan unit: tetap memakai mobil yang sudah diterima dan menerima kompensasi AU$1.100 seperti tawaran semula.

Menurut Ellis, mayoritas konsumen memilih opsi terakhir. Namun BYD tetap akan menghubungi ulang seluruh pembeli, termasuk yang sudah menyetujui kompensasi awal, untuk menawarkan opsi refund penuh.

Target Pengiriman 30 Ribu Unit Diduga Jadi Pemicu

CarsGuide menduga kesalahan ini berkaitan dengan ambisiusnya target distribusi BYD di Australia. General Manager BYD Asia Pacific Liu Xueliang pada April lalu menjanjikan kedatangan 30 ribu unit ke Australia hingga akhir Juni demi memenuhi lonjakan permintaan. Tekanan mengejar target itulah yang disebut-sebut membuat sejumlah stok lama ikut terkirim ke konsumen.

"Penting bagi kami untuk menjaga itikad baik dengan konsumen Australia. Kami harus melakukan hal yang benar," ujar Ellis kepada CarsGuide menanggapi dugaan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bagi industri otomotif, terutama merek yang tengah ekspansi agresif, bahwa kesalahan pencatatan administratif bisa berdampak besar pada kepercayaan konsumen. Di Indonesia, BYD juga terus memperkuat penetrasi pasar mobil listrik, dan pengalaman di Australia bisa menjadi pelajaran berharga untuk mencegah insiden serupa terjadi di dalam negeri.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top