GARUT — Kerumunan massa memadati kawasan pesisir Pantai Rancabuaya sejak siang hari. Area hiburan dipenuhi pengunjung yang antusias menyaksikan penampilan para penyanyi dangdut di panggung utama. Tepuk tangan dan sorak-sorai pecah setiap kali lagu populer dibawakan, menambah semarak suasana di bawah terik matahari.
Salah satu penampil yang paling ditunggu adalah Ade Astrid. Penyanyi asal Bandung yang dikenal lewat lagu Sisi Basisir Jayanti itu berhasil menghidupkan suasana. Banyak penonton ikut bernyanyi, mengabadikan momen dengan ponsel, hingga berdesakan mendekati panggung untuk melihat dari jarak lebih dekat.
Memasuki waktu Ashar, hiburan musik dihentikan sementara. Namun, sebagian besar pengunjung memilih bertahan di kawasan pantai. Mereka menikmati panorama Pantai Rancabuaya yang terkenal dengan hamparan pasir putihnya, sambil berburu kuliner dan menunggu acara malam.
Puncak kemeriahan Hajat Laut dijadwalkan berlangsung selepas Maghrib. Pagelaran wayang golek Putra Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya menjadi magnet utama. Dalang asal Jawa Barat itu dikenal memiliki banyak penggemar, sehingga pertunjukan diperkirakan kembali menyedot ribuan penonton.
Selain wayang golek, suasana malam akan semakin semarak dengan penampilan komedian Sunda Si Ohang. Sejumlah pengunjung mengaku sengaja datang sejak siang agar tidak kehabisan tempat menyaksikan pagelaran wayang golek.
Hajat Laut Rancabuaya merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan yang menggabungkan unsur adat, budaya, dan pariwisata. Sebelumnya, ritual adat larung saji sebagai prosesi utama telah dilaksanakan pada Minggu (12/7/2026) dan disaksikan ribuan warga yang memadati bibir pantai.
Kepadatan terlihat mulai dari gerbang masuk Pantai Rancabuaya hingga ke depan panggung utama. Arus pengunjung terus berdatangan sepanjang hari. Warga setempat memperkirakan jumlah penonton akan meningkat tajam pada malam hari karena pertunjukan wayang golek selalu menjadi daya tarik utama dalam setiap penyelenggaraan Hajat Laut Rancabuaya. ***