GARUT — Seorang petugas penjaga pintu perlintasan kereta api (JPL) di Kabupaten Garut menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang yang disebut 'bang jago' pada Minggu (12/1) siang. Peristiwa itu terjadi di JPL 227 Leuwigoong, KM 210+8, petak jalan Karangsari-Cibatu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Manajer Humas Daop 2 Bandung PT KAI, Kuswardojo, menjelaskan insiden berawal saat korban menutup pintu perlintasan untuk memuluskan perjalanan KA Serayu dari arah Barat menuju Timur. Namun, seorang pengemudi motor justru menerobos pintu yang sudah tertutup.
Petugas yang melihat aksi membahayakan itu langsung menegur pemotor tersebut. “Pelaku tidak terima dan kembali lagi ke pos bersama dua orang temannya, kemudian melakukan aksi pengeroyokan,” ungkap Kuswardojo.
Aksi brutal itu terekam dalam video amatir yang kemudian menyebar luas di media sosial. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM langsung bereaksi keras. Ia menyebut tindakan para pelaku sangat memalukan dan bodoh.
“Orang menjalankan tugas dengan baik, mencegah terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kelalaian adalah tugas yang sangat mulia. Dan orang yang marah ketika ditegur adalah tindakan yang sangat bodoh,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin (13/1).
KDM mendesak aparat penegak hukum untuk se mungkin bergerak cepat meringkus ketiga pelaku. Ia juga memastikan akan mendampingi korban hingga kasus ini tuntas.
“Segera masalah ini ditangani dengan cepat dan pelakunya mendapatkan hukuman. Saya ucapkan terima kasih untuk pak penjaga kereta api. Mohon untuk tetap tenang, saya akan membantu mendampingi sampai selesai kasus ini,” pungkas Dedi.