TASIKMALAYA — Puluhan kepala keluarga di Kelurahan Singkup, Kota Tasikmalaya, kini mengandalkan sumur serapan yang debit airnya terus menyusut. Sumur yang biasanya menjadi andalan warga untuk mandi, mencuci, dan memasak, mulai kehilangan pasokan air sejak beberapa pekan terakhir.
Dua orang anak terlihat menampung air bersih ke dalam wadah dari sumur serapan di wilayah tersebut pada Senin (13/7/2026). Mereka harus bersabar mengambil air sedikit demi sedikit karena volume air yang keluar sangat terbatas.
Sumur serapan di Kelurahan Singkup selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi puluhan keluarga. Namun, kemarau panjang yang terjadi membuat permukaan air tanah menurun drastis.
Akibatnya, warga harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan air. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa mengurangi frekuensi mandi dan mencuci demi menghemat persediaan.
Warga berharap pemerintah kota segera mengirimkan bantuan air bersih. Kebutuhan mendesak ini tidak bisa ditunda karena persediaan air di sumur serapan diperkirakan akan terus berkurang jika kemarau masih berlangsung.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Kelurahan Singkup atau Pemerintah Kota Tasikmalaya mengenai jadwal pendistribusian bantuan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa warga sangat membutuhkan pasokan air bersih dalam waktu dekat.