Wali Kota Bandung Farhan Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Kursi Sekolah Hingga Pendidikan Karakter

Penulis: Gilang Permana  •  Senin, 13 Juli 2026 | 13:01:01 WIB
Wali Kota Bandung Farhan meninjau MPLS di beberapa sekolah negeri sebagai bagian pembukaan tahun ajaran baru 2026.

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung membuka tahun ajaran baru dengan jaminan penuh bagi peserta didik. Wali Kota Muhammad Farhan, saat meninjau MPLS di SMP Negeri 3, SMP Negeri 10, SD Negeri 047, dan SMP Negeri 43, Senin (13/7/2026), memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang tertinggal.

Angka Partisipasi dan Titik Blank Spot

Farhan merinci, terdapat sekitar 22 ribu siswa baru di SD negeri dan 19 ribu siswa baru di SMP negeri. Ditambah sekitar 10 ribu siswa yang diterima di sekolah swasta, total peserta didik baru mencapai 51 ribu hingga 52 ribu anak.

Meski demikian, ia mengakui masih ada wilayah yang menjadi blank spot karena belum memiliki akses sekolah memadai. Pemkot akan memprioritaskan pembangunan sekolah baru di wilayah tersebut. Sementara bagi anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal, pemerintah akan mengarahkan mereka mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Larangan Keras Perpeloncoan dan Pencegahan Perundungan

Farhan menegaskan, MPLS tahun ini hanya boleh diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. "Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," katanya.

Pemkot Bandung juga memperkuat pencegahan perundungan dengan meningkatkan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Para guru telah mendapatkan pelatihan dari psikolog, dan efektivitasnya akan dievaluasi selama satu semester ke depan.

"Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal," ujar Farhan.

Pendidikan Karakter, Kesehatan Mental, dan Pola Hidup Sehat

Selain pencegahan perundungan, Pemkot Bandung akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX. Program ini melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat dengan pendekatan bela negara.

Pendekatan psikologi modern juga dipadukan. Pemkot akan mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar. Langkah ini diambil setelah hasil pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan peningkatan persoalan kesehatan mental pada anak, mulai dari stres ringan hingga depresi.

Tak hanya itu, ditemukan pula kecenderungan tingginya konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes. Sebagai respons, Pemkot Bandung tengah mengkaji penambahan frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam sepekan agar anak-anak lebih aktif bergerak dan membangun pola hidup sehat sejak dini.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top