GARUT — Ratusan peserta didik baru memadati halaman SMPN 1 Sukawening, Kecamatan Sukawening, sejak pukul 06.30 WIB. Mereka datang mengenakan seragam baru, siap mengikuti rangkaian MPLS yang dirancang tidak sekadar seremonial, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan bertahan di era digital.
Kepala SMPN 1 Sukawening, H. Iwan Ridwan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kurikulum MPLS tahun ini diperkaya dengan isu-isu aktual. Para siswa tidak hanya mendapat materi Wawasan Wiyata Mandala dan tata tertib sekolah, tetapi juga edukasi tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA, bahaya judi online, serta pemanfaatan internet dan media sosial secara bijak.
"Kami ingin membentuk peserta didik yang disiplin, berkarakter, berakhlak mulia, mencintai tanah air, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab," ujar H. Iwan Ridwan dalam sambutannya.
Tak ketinggalan, materi kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga masuk dalam daftar wajib. Sekolah bahkan mengintegrasikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bentuk mitigasi dini di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Lapang Trikarya, Desa Sukamukti.
Tahun ajaran 2026/2027 ini, SMPN 1 Sukawening menerima 374 peserta didik baru yang tersebar di 11 rombongan belajar (rombel). Angka ini menunjukkan animo masyarakat terhadap sekolah menengah pertama di wilayah selatan Garut tersebut masih tinggi.
Seluruh siswa baru dijadwalkan mengikuti kegiatan dari pukul 07.00 hingga 12.45 WIB setiap harinya. Sebelum memulai materi inti, mereka dibiasakan melaksanakan Salat Dhuha dan Salat Zuhur berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter spiritual.
Salah satu materi yang ditekankan adalah Gerakan Kebiasaan 7 Anak Indonesia Hebat. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan positif sejak dini, mulai dari disiplin waktu, gemar membaca, hingga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
H. Iwan Ridwan berharap, melalui rangkaian MPLS yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 ini, para siswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali potensi diri, dan tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi serta berkarakter. "Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas melalui penguatan karakter dan budaya sekolah yang positif," pungkasnya.