JAWA BARAT — Kebutuhan ponsel untuk pelajar tidak lagi sekadar alat komunikasi. Mengakses materi digital, mengikuti kelas virtual, hingga mengerjakan tugas kelompok kini bertumpu pada satu perangkat. Tapi memilih ponsel untuk anak bukan soal termurah—performa, daya tahan baterai, dan kenyamanan layar justru jadi penentu utama agar perangkat tidak cepat usang.
Untuk pelajar yang hanya butuh akses aplikasi sekolah, komunikasi, dan video call sesekali, segmen harga ini sudah cukup. Dua pilihan menonjol dari sisi ketahanan daya.
Realme C100i membawa baterai 7.000 mAh—terbesar di kelasnya. Dengan penyimpanan internal 128 GB, ruang untuk file tugas dan video pembelajaran tidak cepat penuh. Ponsel ini cocok untuk anak yang lupa mengisi daya setiap malam.
Tecno SPARK Go 1 hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan. Layar 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz membuat scrolling dan animasi terasa lebih mulus. Chipset Unisoc T615, RAM 4 GB, dan memori 64 GB dinilai cukup untuk aplikasi pendidikan dasar.
Pelajar yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus—dari browser, Google Classroom, hingga editor dokumen—membutuhkan RAM lebih besar dan chipset yang responsif.
Infinix Hot 70 mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 Ultimate dengan RAM 6 GB. Kombinasi ini memungkinkan perpindahan antar-aplikasi tanpa lag berarti. Cocok untuk anak yang tidak suka menutup aplikasi satu per satu.
Xiaomi Redmi A7 Pro unggul di sektor layar 6,9 inci—area pandang lebih luas untuk membaca materi atau mengikuti konferensi video. Baterai 6.000 mAh memastikan ponsel tetap hidup dari jam pelajaran pertama hingga pulang sekolah.
Jika ponsel diharapkan bertahan hingga 3-4 tahun ke depan, dukungan jaringan 5G menjadi pertimbangan penting. Dua opsi berikut menyasar kebutuhan tersebut.
Samsung Galaxy A07 5G menawarkan konektivitas generasi kelima dengan performa stabil untuk belajar dan hiburan ringan. Pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan merek dengan layanan purnajual luas di Indonesia.
Redmi Note 14 Pro+ 5G berada di puncak spektrum rekomendasi. Prosesor Snapdragon 7s Gen 3, RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 200 MP membuatnya mampu menjalankan tugas berat—dari rendering video pelajaran hingga konten kreatif. Ponsel ini untuk pelajar yang juga aktif membuat konten atau membutuhkan performa setara flagship.
Pada akhirnya, ponsel terbaik untuk anak sekolah bukanlah yang paling mahal, melainkan yang paling sesuai dengan pola belajar. Untuk akses dasar, ponsel Rp1–2 jutaan sudah memadai. Namun jika anak mengikuti kelas daring setiap hari dan aktif membuat konten, investasi ke perangkat dengan RAM lebih besar dan layar lebih nyaman akan terbayar dalam jangka panjang.