Petani di Indramayu Pasang Mesin Pompa Air saat Embung Mulai Mengering, Lahan Tadah Hujan Terancam Gagal Panen

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:32:01 WIB
Petani di Balongan, Indramayu, memasang mesin pompa air untuk mengatasi kekeringan lahan sawah tadah hujan.

INDRAMAYU — Mesin pompa air kembali menjadi andalan petani di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, untuk menyelamatkan lahan sawah tadah hujan mereka. Minggu (12/7/2026), sejumlah petani terlihat memasang pompa untuk menyedot air dari embung yang mulai mengering akibat kemarau panjang. Langkah ini diambil setelah saluran irigasi desa tak lagi mampu mengaliri area persawahan.

Debit Embung Menyusut, Petani Berebut Air

Embung yang biasanya menjadi cadangan air saat kemarau kini hanya menyisakan genangan di beberapa titik. Petani harus bergantian menggunakan pompa untuk mengairi lahannya. Sebagian dari mereka bahkan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli solar guna mengoperasikan mesin pompa selama berjam-jam.

“Kalau tidak dipompa, sawah kami pasti kering. Ini sudah terpaksa, biaya bensin naik, tapi mau bagaimana lagi,” ujar salah seorang petani setempat saat ditemui di lokasi.

Lahan Tadah Hujan Paling Terdampak

Lahan tadah hujan memang sangat bergantung pada curah hujan dan cadangan air di musim kemarau. Wilayah Balongan yang berada di pesisir Indramayu termasuk zona rawan kekeringan setiap tahun. Petani di sana biasanya hanya bisa menanam satu kali dalam setahun jika kemarau datang lebih awal.

Kepala Desa Balongan menyebutkan bahwa dari total 200 hektare lahan sawah di desanya, sekitar 60 persen sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan. Pemerintah desa telah mengajukan bantuan pompa dan solar ke Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

Pemerintah Daerah Diminta Turun Tangan

Petani berharap pemerintah kabupaten segera mengirimkan bantuan pompa air tambahan serta pasokan bahan bakar. Mereka juga meminta normalisasi embung agar daya tampung air hujan bisa maksimal saat musim penghujan tiba. Sebab, tanpa intervensi, gagal panen di musim kemarau tahun ini diprediksi lebih parah dari tahun sebelumnya.

Dinas Pertanian Indramayu sebelumnya mencatat bahwa lebih dari 3.000 hektare lahan tadah hujan di wilayah timur dan tengah kabupaten itu masuk zona rawan kekeringan pada Juli hingga September 2026.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top