BANDUNG — Dominasi Jawa Barat di ajang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 tak terbendung. Setelah kategori U-15 mempertemukan Goal Aksis Cimahi dan Cipta Cendikia Bogor, giliran final U-18 yang menjadi panggung bagi Akademi Persib Bandung dan Putri Garut.
Akademi Persib melaju ke final setelah menundukkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1. Gol kemenangan Persib dicetak oleh Auliah Arifah yang tampil gemilang dengan mencetak brace pada menit 35+2 dan menit 70. Gol semata wayang Putri JP dicetak oleh Mentari Putri Hayfa Ramadhani pada menit 47.
Di semifinal lainnya, Putri Garut menekuk Arema FC Women dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak Nazwa Bilbina Putri pada menit 44 lewat tendangan jarak jauh yang tak mampu diamankan kiper Arema, Keysha Putri Dwi Arianti.
Pelatih Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, mengakui laga kontra Putri JP berlangsung ketat. Mantan pemain timnas putri Indonesia itu menyebut anak asuhnya berhasil mengikuti instruksi untuk tidak terpancing tempo permainan Jakarta.
“Jakarta tim yang bagus. Mereka kuat dari sektor pertahanan dan juga penyerangan. Alhamdulillah pemain bisa bermain sabar,” ungkap Dian dalam konferensi pers usai laga.
Menurutnya, permainan Persib sudah sesuai skema latihan, yakni bola-bola pendek yang dikombinasikan dengan long pass di tengah lapangan. Namun, transisi menyerang ke bertahan dinilai belum maksimal karena kondisi fisik pemain yang kelelahan.
Di kubu Putri Garut, pelatih Depi Kuspriansyah blak-blakan soal target awal timnya. “Kita hanya menargetkan lolos ke semifinal. Tapi karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja,” tegas Depi.
Depi tidak muluk-muluk dengan gaya bermain. Ia menegaskan timnya tidak menerapkan sepak bola cantik, melainkan sepak bola efektif yang penting bisa memenangkan pertandingan. Menghadapi Akademi Persib yang dikenal dengan ciri khas total football, Depi mengaku sudah mempelajari kelemahan lawan dan menyiapkan skenario hingga adu penalti.
Pemain belakang Putri Garut, Ayu Wulan Agustin, mengaku bangga timnya bisa menembus partai final. Menurut Ayu, pencapaian ini adalah hasil kerja keras tim dan disiplin latihan selama ini.
“Sejujurnya bagi saya pribadi, saya bangga bisa ada di titik ini. Ini hasil kerja keras tim dan disiplin latihan. Kami berhasil mengikuti instruksi pelatih,” ucap Ayu. Ia siap menghadapi Akademi Persib di final dan bertekad tampil seperti di semifinal.
Pertemuan Akademi Persib dan Putri Garut di final bukanlah yang pertama. Kedua tim sudah dua kali bertemu di fase Regional Bandung. Hasilnya, Persib menang 2-0 di leg pertama dan imbang 1-1 di leg kedua.
Pelatih Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, mengaku sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan Putri Garut. “Saya sudah tahu lawan. Saya tahu kelemahan dan kelebihannya. Jadi kita siap menghadapi mereka,” tegas Dian yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Putri Indonesia pada 2025.
Sementara itu, pemain Akademi Persib, Nasywa Salsabila Fatah, bertekad mati-matian di final. “Kita akan mati-matian pada final nanti, karena kita pengin rebut emas (juara) di ajang ini,” ujarnya. Ia dan rekan-rekannya akan memaksimalkan waktu recovery yang pendek untuk persiapan laga puncak.