JAWA BARAT — Pemain Barcelona berusia 20 tahun itu menyebut pertandingan puncak melawan Argentina sebagai skenario ideal. Spanyol, menurut Gavi, harus bertemu tim terbaik untuk merebut gelar juara dunia. Dan Messi, yang sudah memenangkan Piala Dunia 2022, menjadi simbol perlawanan yang sempurna.
Gavi tidak asal memilih teknik salto. Gelandang yang dikenal dengan agresivitas dan mobilitasnya itu mengaku ingin menghadirkan momen ikonik di laga terbesar. "Mencetak gol di final melawan Argentina, dengan Messi di sisi lain, itu mimpi," katanya.
Ia menambahkan detail soal cara merayakannya. "Aku ingin melakukannya dengan salto, seperti yang biasa kulakukan saat kecil," ujar Gavi dalam wawancara dengan media Spanyol.
Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Eropa 2024. Tim asuhan Luis de la Fuente itu memiliki skuad muda bertalenta, dengan Gavi sebagai salah satu motor utama di lini tengah. Target mereka jelas: mengulang sukses 2010 di Afrika Selatan.
Namun, Argentina tetap favorit utama. Messi, meski sudah berusia 39 tahun pada 2026, masih menjadi ancaman. Final impian Gavi ini akan menjadi ujian sejati bagi generasi baru La Roja.
Menariknya, Gavi mengakui Messi sebagai idolanya. "Dia pemain terbaik sepanjang masa. Tapi di final nanti, aku harus mengalahkannya," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan dualitas: rasa hormat pada legenda, tapi juga ambisi untuk menaklukkan.
Jika mimpi Gavi terwujud, itu akan menjadi salah satu gol terindah dalam sejarah final Piala Dunia. Namun, perjalanan masih panjang. Spanyol harus melewati babak kualifikasi dan fase grup sebelum bermimpi lebih jauh.