JAWA BARAT — FIFA memperkenalkan jeda minum berdurasi tiga menit di setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi pemain dari cuaca panas ekstrem di kota-kota tuan rumah Amerika Utara. Kebijakan itu langsung menuai kontroversi karena dianggap membuka celah keuntungan finansial baru bagi induk organisasi sepak bola dunia.
Analis media memperkirakan slot iklan berdurasi 30 detik untuk siaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat bernilai antara USD200.000 hingga USD750.000 per spot. Nilai tersebut melonjak drastis untuk laga tuan rumah dan babak final. Dengan adanya jeda minum di setiap babak, total potensi pendapatan iklan tambahan selama turnamen disebut bisa melampaui USD250 juta.
Presiden FIFA Gianni Infantino menepis spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh kontrak komersial telah ditandatangani jauh sebelum turnamen dimulai.
"Ini bukan masalah finansial bagi kami. Semua kesepakatan komersial sudah dibuat jauh sebelumnya. Ini murni persoalan olahraga," kata Infantino seperti dikutip dari BBC.
FIFA menerapkan hydration break di pertengahan babak pertama dan kedua untuk menciptakan kondisi pertandingan yang setara. Tanpa jeda tersebut, Infantino menilai tim yang bermain di bawah suhu tinggi akan mengalami ketimpangan fisik dibanding lawan yang berlaga di stadion berpendingin udara.
Faktanya, tidak semua venue Piala Dunia 2026 memiliki suhu panas. Stadion Gillette yang menjadi tuan rumah laga Inggris vs Ghana, misalnya, dilengkapi atap tertutup dan pendingin ruangan. Namun, kebijakan ini tetap berlaku seragam untuk seluruh partai.
Selama jeda tiga menit, staf pelatih diperbolehkan memberikan instruksi taktis kepada pemain. Hal ini dinilai menjadi keuntungan strategis tersendiri, terutama dalam turnamen yang berlangsung lebih dari satu bulan.
Di lapangan, jeda minum justru memicu reaksi negatif dari penonton. Sejumlah suporter di stadion kerap bersiulan sinis saat wasit menghentikan pertandingan untuk hydration break. Mereka menganggap momen tersebut memperlambat ritme laga.
Di sisi lain, beberapa stasiun televisi luar Inggris diketahui menayangkan iklan selama jeda berlangsung. Hal ini memperkuat spekulasi publik bahwa kebijakan tersebut memiliki motif komersial. FIFA berulang kali membantah tudingan itu dengan merujuk pada kontrak siaran yang sudah disepakati sebelum turnamen.
Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sejumlah kota tuan rumah seperti Dallas dan Houston dikenal memiliki suhu tinggi di musim panas, sementara venue di kawasan utara cenderung lebih sejuk.