BANDUNG — Sebanyak 77.000 calon siswa di Jawa Barat tercatat belum mendapatkan kursi di sekolah negeri setelah proses SPMB. Pemprov Jabar menyiapkan skema penyaluran ke sekolah swasta yang biayanya ditanggung negara melalui beasiswa Pancawaluya.
Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri tetap memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama. "Biayanya sudah diberikan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya, sehingga kita memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab atas pendidikan warganya," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Melalui skema ini, calon siswa yang bersekolah di SMA atau SMK swasta mitra tidak akan dikenakan biaya pendidikan. Pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya melalui instrumen beasiswa tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat melaporkan bahwa sebanyak 700 sekolah swasta telah menyatakan kesiapan menjadi mitra program ini. Nota kesepahaman dengan ratusan sekolah tersebut akan ditandatangani pada hari yang sama dengan pernyataan gubernur.
"Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa sekolah di negeri, bisa masuk ke swasta yang siang ini nota kesepahamannya ditandatangani," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Tribun Jabar.
Skema ini menjadi solusi bagi puluhan ribu siswa yang gagal masuk sekolah negeri akibat daya tampung yang terbatas. Alih-alih putus sekolah, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa era baru pendidikan di Jawa Barat telah dimulai. "Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang kerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah," ujarnya.
Program beasiswa Pancawaluya menjadi tulang punggung pembiayaan skema ini. Pemerintah provinsi berharap tidak ada lagi anak usia sekolah di Jawa Barat yang putus sekolah karena alasan biaya atau tidak tertampung di sekolah negeri.