GARUT — Polres Garut memastikan sumur artesis yang dibangun di lahan pertanian jagung di Kecamatan Wanaraja bisa langsung dimanfaatkan petani untuk mengairi tanaman mereka. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau yang kerap membuat pasokan air terbatas.
Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan, sumur artesis yang dibangun di Kampung Samanggen masih satu unit. Proses pengeboran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, TNI, hingga penggarap lahan PT Agro Jabar.
"Bantuan artesis dari Polres Garut ini sementara baru satu, mulai dibangun di Wanaraja," kata Ipda Susilo Adhi di Garut, Kamis.
Musim kemarau di Garut kerap menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah pertanian. Lahan jagung di Wanaraja termasuk yang paling terdampak jika tidak ada sumber air alternatif. Sumur artesis ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek maupun panjang untuk menjaga pertanian tetap berjalan.
"Ini dapat membantu mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau," ujar Ipda Susilo.
Camat Wanaraja Fahmi Fauzi mengapresiasi inisiatif Polres Garut yang turun langsung membantu masyarakat. Menurutnya, kehadiran sumur artesis ini akan memberikan manfaat nyata, terutama saat petani mulai kesulitan mendapatkan air untuk lahan mereka.
Polres Garut berharap sumur artesis ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian, tetapi juga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga sekitar. "Diharapkan sumur artesis ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produktivitas pertanian maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari," kata Ipda Susilo.
Pembangunan sumur artesis ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang didorong Polri. Dengan adanya sumber air yang stabil, petani jagung di Wanaraja bisa tetap menanam meski musim kemarau tiba. Langkah ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan petani di Garut.