BOGOR — Para dosen di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor tidak hanya bergelut dengan jurnal ilmiah dan bimbingan tesis. Mereka juga aktif bermusik lewat sebuah grup band bernama Vision Band yang personelnya berasal dari lintas program studi.
Grup ini menjadi ruang kreatif bagi para akademisi untuk menyeimbangkan aktivitas intelektual dengan ekspresi seni. Kehadiran Vision Band menunjukkan bahwa dunia kampus tidak melulu soal riset dan pengajaran, tetapi juga bisa menjadi tempat tumbuhnya budaya populer.
Vision Band tidak hanya diisi oleh dosen dari satu rumpun ilmu. Para personelnya berasal dari berbagai disiplin, mulai dari ilmu hukum, manajemen, hingga teknik. Perbedaan latar belakang akademik ini justru menjadi kekuatan dalam berkesenian.
Mereka rutin berlatih dan tampil di berbagai acara internal kampus, seperti seminar, wisuda, dan kegiatan Dies Natalis. Beberapa personel bahkan memiliki kemampuan vokal dan memainkan alat musik secara otodidak, yang kemudian diasah bersama dalam grup ini.
Bagi para dosen Unpak, bermusik bukan hanya pelepas penat. Aktivitas ini juga menjadi bagian dari pendekatan pedagogis, di mana seni digunakan sebagai media untuk membangun kedekatan dengan mahasiswa di luar kelas.
Beberapa personel Vision Band mengaku bahwa pengalaman bermusik membantu mereka memahami aspek psikologis dan sosiologis mahasiswa lebih dalam. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih cair dan humanis.
Pihak Sekolah Pascasarjana Unpak mendukung penuh keberadaan Vision Band. Grup ini dianggap sebagai aset non-akademik yang memperkuat citra kampus sebagai institusi yang tidak kaku dan terbuka terhadap kreativitas.
Mahasiswa pun menyambut antusias. Beberapa dari mereka bahkan ikut terlibat sebagai kru teknis saat Vision Band tampil di acara kampus. Respons positif ini mendorong para dosen untuk terus mengembangkan kemampuan bermusik mereka.
Ke depan, Vision Band berencana untuk tampil di lebih banyak acara publik dan membuat rekaman lagu orisinal. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk menghidupkan budaya seni di kalangan akademisi.