JAWA BARAT — Kai Havertz membawa Arsenal unggul cepat saat laga baru berjalan enam menit. Bola hasil sapuan Marquinhos yang mengenai Martin Odegaard jatuh tepat di kaki Havertz. Penyerang Jerman itu kemudian melepaskan tembakan dari sudut sempit yang melambung melewati kepala kiper Matvey Safonov. Gol ini menjadi yang kedua bagi Havertz di partai final Liga Champions, setelah sebelumnya ia mencetak gol kemenangan untuk Chelsea pada 2021.
PSG kesulitan menembus pertahanan rapat Arsenal sepanjang babak pertama. Mereka baru bisa menyamakan kedudukan melalui titik putih setelah bek Arsenal, Cristhian Mosquera, melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Khvicha Kvaratskhelia. Ousmane Dembele sukses mengeksekusi penalti dengan tendangan indah yang tak mampu dijangkau David Raya.
Memasuki babak kedua dan perpanjangan waktu, PSG mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Arsenal nyaris mendapat hadiah penalti saat Noni Madueke jatuh di kotak terlarang setelah berduel dengan Nuno Mendes. Wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran—keputusan yang memicu protes keras dari Declan Rice dan Mikel Arteta, hingga keduanya diganjar kartu kuning.
Babak adu penalti berlangsung sengit. Eberechi Eze gagal mengeksekusi penalti kedua Arsenal, namun David Raya membalasnya dengan menepis tendangan Nuno Mendes. Kedua tim saling berbalas gol hingga Arsenal harus menurunkan Gabriel sebagai algojo kelima. Sayang, tendangan bek Brasil itu melambung tinggi dan mendarat tepat di tengah kerumunan suporter PSG yang bersorak sorai.
Momen itu menjadi pukulan telak bagi Gabriel, yang sepanjang laga tampil gemilang sebagai salah satu pilar pertahanan Arsenal. Kekalahan ini memperpanjang catatan pahit Arsenal di Eropa—gagal meraih gelar Liga Champions sejak pertama dan satu-satunya final yang mereka menangkan pada musim 2005/2006.