BANDUNG — Pencairan susulan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 tahun 2026 mulai berlangsung hari ini, Jumat (29/5/2026). Bantuan menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Barat yang sebelumnya belum masuk jadwal pencairan utama.
Pencairan susulan ini merupakan bagian dari penyaluran tahap kedua tahun 2026. Pemerintah memastikan dana bansos sudah mulai masuk ke rekening KPM melalui bank penyalur.
KPM di sejumlah wilayah Jawa Barat sudah mulai melaporkan saldo masuk. Namun, pencairan bersifat bertahap dan tidak serentak di semua daerah.
Berdasarkan pantauan, bansos susulan sudah mulai masuk di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, dan Kota Bogor. Proses pencairan disesuaikan dengan jadwal dari masing-masing pendamping sosial.
KPM yang belum menerima diminta bersabar dan terus memantau rekening masing-masing. Pemerintah menargetkan seluruh dana tersalurkan dalam beberapa pekan ke depan.
Bansos PKH cair dengan nominal berbeda sesuai komponen penerima. Ibu hamil dan balita mendapat Rp 3 juta per tahun. Anak sekolah SD Rp 900.000, SMP Rp 1,5 juta, dan SMA Rp 2 juta per tahun. Lansia dan penyandang disabilitas masing-masing Rp 2,4 juta per tahun.
Sementara itu, bansos BPNT cair sebesar Rp 200.000 per bulan per KPM. Dana tersebut bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong yang sudah ditunjuk.
KPM bisa mengecek status penerimaan bansos melalui situs cekbansos.kemensos.go.id. Masukkan data wilayah sesuai KTP dan nama lengkap. Sistem akan menampilkan status penerima dan jadwal pencairan.
Pemerintah mengimbau KPM untuk tidak percaya pada oknum yang menjanjikan pencairan cepat dengan imbalan tertentu. Semua proses bansos gratis dan tanpa pungutan.