BANDUNG — Keripik petualang Taro yang sudah 40 tahun menemani masyarakat Indonesia kembali berkolaborasi dengan Pokémon. Setelah sukses di Jakarta dan Surabaya, rangkaian acara ini mendarat di Kota Kreatif pada 23 Mei 2026 dan langsung mendapat respons positif dari warga.
Pengunjung memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti brewek massal, memburu stiker langka, hingga meet and greet dengan karakter ikonik Pikachu. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan Taro Pokémon Card dan kartu Pokémon TCG edisi spesial secara gratis bagi pengunjung yang beruntung.
Kolaborasi ini menghadirkan 16 desain stiker Taro Pokémon yang didapat secara acak di kemasan edisi spesial. Konsep "brewek" yang identik dengan kejutan dan kegembiraan kini berpadu dengan sensasi membuka kemasan dan thrill mengoleksi karakter ikonik Jepang tersebut.
Dwiki Akbar, Senior Brand Manager Taro, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kesamaan DNA petualangan antara kedua merek. "Kami melihat semangat petualangan tanpa batas yang dimiliki Taro selaras dengan Pokémon. Di Bandung, yang punya komunitas kuat dan gaya hidup kreatif, antusiasme ini semakin terasa," ujarnya.
Masyarakat yang tidak sempat datang ke Trans Studio Mall Bandung tetap bisa berpartisipasi. Caranya cukup mengumpulkan 5 stiker Taro Pokémon bertanda khusus, lalu unggah ke taroverse.id. Setiap unggahan akan mendapatkan 1 Poké Ball digital.
Poké Ball tersebut bisa ditukar dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari Taro Promo Card, kartu Pokémon TCG, tumbler, tote bag, hingga lunchbox edisi Pokémon. Puncaknya, ada undian grand prize berupa perjalanan ke Jepang untuk 5 orang beruntung.
Acara semakin meriah dengan kehadiran sejumlah influencer dan kolektor Pokémon ternama. Mereka antara lain Dwi Hartono Wongso (@hyperpotatoes), Punipun, Tara & Gema, serta Roby Kazuya dan Darius Drew yang bertindak sebagai MC.
Antusiasme warga Bandung terhadap acara ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas generasi antara merek lokal dan karakter global masih memiliki daya tarik kuat. Setelah rangkaian acara di tiga kota besar, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan perluasan ke kota-kota lain di Indonesia.