BANDUNG — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membeberkan data sebaran 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan beroperasi penuh pada Mei 2026. Jawa Barat menjadi poros utama program ini dengan jumlah penerima manfaat terbesar di Indonesia.
Anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 78 triliun. Total penerima manfaat ditargetkan menyentuh 62 juta jiwa di seluruh Indonesia.
Dadan menyebut Jawa Barat menjadi provinsi dengan alokasi terbanyak. Sekitar 12 juta warga Jabar bakal menerima makanan bergizi gratis setiap hari.
"Jawa Barat itu jumlahnya 12 juta penerima manfaat. Kalau dihitung dari total nasional 62 juta, ini hampir 20 persen," kata Dadan dalam paparan di Bandung, pekan lalu.
Untuk melayani angka tersebut, BGN menyiapkan 3.000 lebih SPPG di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Setiap SPPG bertanggung jawab melayani 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat.
Program ini bukan proyek jangka pendek. BGN menargetkan seluruh 29.225 SPPG beroperasi penuh pada Mei 2026. Artinya, distribusi makanan bergizi gratis akan berjalan serentak di 38 provinsi.
Anggaran Rp 78 triliun sudah dialokasikan dalam APBN 2025 dan 2026. "Ini program berkelanjutan. Bukan pilot project," tegas Dadan.
Kepadatan penduduk menjadi alasan utama. Dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa, Jawa Barat memiliki konsentrasi anak sekolah dan ibu hamil tertinggi di Indonesia.
Dadan menambahkan, daerah dengan angka stunting tinggi juga jadi prioritas. "Kami memetakan berdasarkan data prevalensi stunting dan jumlah anak usia sekolah. Jabar masuk kategori darurat," ujarnya.
BGN akan merilis daftar lengkap lokasi SPPG per provinsi dalam waktu dekat. Masyarakat bisa memantau titik distribusi melalui portal resmi BGN.