394 Santri MTs Husnul Khotimah Kuningan Naik Jenjang, 76 Persen Lanjut ke MA, Dua Hafidz 30 Juz

Penulis: Eri Subagio  •  Minggu, 17 Mei 2026 | 21:07:01 WIB
santri MTs Husnul Khotimah Kuningan resmi naik jenjang ke Madrasah Aliyah.

KUNINGAN — Perpindahan jenjang dari Madrasah Tsanawiyah ke Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Yayasan Husnul Khotimah Kuningan tahun ini diiringi catatan prestasi yang membanggakan. Seluruh santri kelas IX berhasil menuntaskan target hafalan Al-Qur’an sebesar 2,5 juz dengan capaian 100 persen. Bahkan, 81 santri mampu menyetorkan hafalan 5 hingga 15 juz dalam sekali duduk.

Dua santri, yang tidak disebutkan namanya dalam sambutan, telah mengkhatamkan hafalan 30 juz. Capaian ini disampaikan Kepala MTs HK1, KH. Elfa Robi, Lc, M.Pd., di hadapan para wali santri dan pengurus pesantren di Gedung Serbaguna Aridho Nursyahbani.

Angkatan Terbaik Bukan yang Tanpa Masalah

Ketua Angkatan ke-30, Atala Tsany Farid, dalam sambutannya mewakili rekan-rekannya, menyebut tiga tahun di pesantren adalah proses berharga yang membentuk kebersamaan dan kedewasaan. Ia mengenang masa-masa awal saat kelas VII, ketika rasa rindu kepada orang tua dan adaptasi dengan lingkungan baru menjadi tantangan pertama.

“Angkatan terbaik bukanlah angkatan yang tidak memiliki masalah, tetapi angkatan yang mampu menyelesaikan masalahnya bersama-sama,” ujar Tsany Farid, disambut tepuk tangan hadirin. Ia menyebut angkatannya layak diibaratkan sebuah kapal yang mampu menghadapi berbagai persoalan bersama.

Pesan Kiai: Jaga Diri Saat Tak Ada yang Melihat

Mudir Mahad HK1 Kiai Mulyadin, Lc., MH., menekankan bahwa Tarqiyatul Marhalah bukan sekadar seremoni kenaikan kelas. Menurutnya, acara ini menjadi saksi perjalanan panjang pembentukan karakter para santri.

“Di pesantren ini anak-anak belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, belajar disiplin, hidup sederhana, menghormati guru, serta belajar menjadi manusia yang tidak hanya cerdas pikirannya, tetapi juga baik akhlaknya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Mulyadin berpesan agar para santri menjaga kehormatan diri, pergaulan, ucapan, hingga penggunaan media sosial. Ia mengingatkan bahwa seorang muslim dinilai bukan hanya dari prestasi, tetapi dari kemampuannya menjaga diri ketika tidak ada yang melihat selain Allah SWT.

Prestasi Nasional hingga Internasional

Selain hafalan, santri MTs Husnul Khotimah juga menorehkan prestasi di berbagai ajang. Medali emas diraih dalam Olimpiade Matematika, Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI), hingga robotik. Di bidang olahraga, santri berhasil membawa pulang medali dari kejuaraan karate internasional dan taekwondo nasional.

Pada momen TAMAR 2026, madrasah memberikan penghargaan kepada santri terbaik. Santri Teladan Putra diraih Ahmad Zaady Tsabit Imana, Santri Teladan Putri diraih Sani Ainun Nazhifah, Santri Terakademik diraih Aisha Syifa Aulia, dan Santri Duta Lomba diberikan kepada Violetta Kemuning Umam.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top