Bocah Hanyut di Sungai Kriyan Cirebon Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai

Penulis: Eri Subagio  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:21:01 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah bocah yang hanyut di Sungai Kriyan, Cirebon.

CIREBON — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Afandi Akbar (10), bocah yang hanyut di Sungai Kriyan, dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Kesunean, Kota Cirebon. Jasad korban ditemukan pada Rabu (6/5/2026) pagi setelah operasi pencarian memasuki hari ketiga.

Jasad Afandi ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dan warga setempat. Korban ditemukan terdampar di area pantai setelah terbawa arus sungai yang bermuara ke arah laut.

Petugas langsung mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan untuk penanganan lebih lanjut. Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian intensif yang telah berlangsung sejak awal pekan di sepanjang aliran sungai hingga muara.

Kronologi Kejadian di Kawasan Situs Lawangsanga

Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang bermain dan mandi bersama empat rekannya di aliran Sungai Kriyan, tepatnya di kawasan Situs Lawangsanga, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.

Korban diduga terseret arus deras karena tidak mahir berenang. Meski tiga temannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kuatnya aliran sungai membuat korban hilang dengan cepat dan tidak terjangkau oleh rekan-rekannya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak berwenang. Langkah ini memicu pengerahan personel gabungan untuk menyisir area sungai sejak hari pertama kejadian.

Kendala Pencarian Selama Tiga Hari Operasi SAR

Operasi pencarian dimulai sesaat setelah laporan diterima pada Senin sore. Pada hari pertama, tim melakukan penyisiran mulai pukul 17.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB di sekitar lokasi awal hilangnya korban.

Namun, tim sempat menghadapi kendala berupa jarak pandang yang terbatas dan kondisi medan yang gelap pada malam hari. Hal ini membuat proses pencarian dihentikan sementara dan baru dilanjutkan kembali pada keesokan harinya.

Pencarian terus diperluas hingga radius beberapa kilometer dari titik awal kejadian. Tim gabungan akhirnya berhasil menemukan titik terang setelah melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Kesunean pada Rabu pagi.

Reporter: Eri Subagio
Back to top