Bandung — Aksi ricuh yang terjadi pada peringatan Hari Buruh Internasional ini berbeda dari serangkaian unjuk rasa buruh reguler. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan tidak ada agenda pemogokan buruh resmi di Bandung atau Jawa Barat yang memprihatinkan. Serangkaian aksi penolakan mahasiswa dari sejumlah universitas berlangsung tertib di depan Gedung DPRD Jabar dan Jatinangor, sempat diselenggarakan hingga pukul 17.00 WIB sore hari itu.
Kejadian berubah dramatis ketika muncul sekelompok orang berpakaian seragam hitam dan menutup wajah yang membawa molotov dan melakukan perusakan. Mereka tidak hanya menghancurkan banner, tetapi juga merusak aset infrastruktur kritis kota seperti lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik Pemprov Jabar dan Kota Bandung, videotron, serta pos polisi di kawasan Tamansari.
Kapolda Jabar menyebutkan kelompok tersebut melakukan aksi sweeping yang jelas menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat dan pengguna jalan. "Kami bersama Pemda dan Kodam III Siliwangi hadir langsung untuk melindungi keamanan untuk masyarakat. Kami akan tindak tegas, karena apa yang dilakukan mereka ini sudah masuk kriminal dan membahayakan petugas serta masyarakat lainnya," ujar Rudi.
Kapolda menerangkan bahwa personel terus bergerak mengikuti pergerakan kelompok hitam tersebut sambil memberikan imbauan untuk membubarkan diri sesuai prosedur operasional standar. Namun kelompok tersebut tidak mengindahkan imbauan dan terus melanjutkan aksi perusakan fasilitas umum yang merugikan pemerintah dan masyarakat luas.
"Bahaya sekali apa yang dilakukan mereka ini sampai merazia masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini kelompok kriminal," tambah Irjen Pol Rudi Setiawan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengonfirmasi bahwa kepolisian telah mengamankan beberapa pelaku perusakan berdasarkan tindakan pidana yang mereka lakukan. "Tentunya akan kami proses, dan kami akan berjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan nyaman. Kami belum dapat sampaikan jumlah pastinya yang telah ditangkap," katanya.
Kerjasama antara Polda Jawa Barat, Pemerintah Daerah, dan Kodam III Siliwangi dalam penanganan aksi perusakan ini menekankan komitmen untuk menjaga ketentraman keamanan masyarakat. Insiden ini menunjukkan upaya sistematis menjaga infrastruktur publik dan keselamatan warga di tengah berbagai aktivitas peringatan hari kerja internasional yang berlangsung di wilayah Jawa Barat.