JAWA BARAT — Nama Kopi Gayo kembali muncul di jajaran biji kopi terbaik versi TasteAtlas 2026. Pencapaian ini menegaskan posisi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan Indonesia. Ada beberapa hal yang membuat kopi ini diperhitungkan di kancah global.
1. Skor 4,9 di TasteAtlas 2026
Varian Wild Civet Coffee Gayo mencatat perolehan skor 4,9 dalam penilaian TasteAtlas 2026. Angka itu menempatkannya dalam jajaran biji kopi terbaik dunia. Capaian ini sekaligus memperkuat nama Indonesia di daftar tersebut.
2. Bersanding dengan Panama Geisha
Kopi Gayo berada sejajar dengan sejumlah varietas kopi premium dunia. Salah satunya Panama Geisha yang dikenal berkualitas tinggi dan banyak diminati pencinta kopi. Posisi ini menunjukkan Kopi Gayo mampu bersaing di level internasional.
3. Berasal dari Dataran Tinggi Gayo
Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Wilayah itu selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kondisi geografis dan iklim pegunungan mendukung terbentuknya karakter rasa yang khas.
4. Aroma Rempah dan Body Tebal
Menurut TasteAtlas, Kopi Gayo memiliki aroma rempah yang kuat dengan cita rasa kompleks dan seimbang. Kopi ini juga dikenal memiliki body tebal serta tingkat keasaman yang relatif rendah dibandingkan beberapa jenis kopi lain. Karakter manis, nutty, dan buttery menjadi ciri khas yang banyak disukai penikmat kopi.
5. Aftertaste Bersih dan Sudah Mendunia
Aftertaste yang bersih membuat pengalaman menikmati Kopi Gayo terasa lebih nyaman dan berkesan. Popularitasnya tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Berbagai negara menjadi tujuan ekspor kopi asal Aceh tersebut karena kualitas dan cita rasanya yang konsisten.
Masuknya Kopi Gayo dalam daftar biji kopi terbaik dunia menjadi bukti produk kopi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Prestasi ini turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi berkualitas.