GARUT — Aten menyampaikan hal itu di Garut, Senin, usai meninjau penanganan kebakaran yang masih menyisakan asap di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasirbajing. Komisi V DPRD Jabar, kata dia, membidangi kesehatan dan terus mengawasi pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk dampak kabut asap dari peristiwa tersebut.
Kebakaran di TPA Pasirbajing menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan warga sekitar. Aten menilai pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan penanganan medis agar tidak ada warga yang luput ditangani.
Pemerintah dinilai perlu menyiapkan tim medis untuk turun langsung memeriksa kondisi kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit juga diminta siap siaga menerima warga terdampak.
"Harus bergerak cepat apabila ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, jangan sampai tidak cepat ditangani," kata Aten.
Warga yang merasakan gangguan kesehatan akibat kebakaran TPA diminta segera datang ke tempat pelayanan kesehatan. Langkah itu agar tim medis bisa melakukan tindakan yang tepat tanpa menunggu kondisi memburuk.
"Masyarakat yang terganggu kesehatannya agar segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan," ujarnya.
Aten mendorong penguatan bantuan lintas instansi serta dukungan teknis dari Pemprov Jabar untuk mempercepat penanganan kebakaran. Koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan mempersingkat waktu penanganan di lapangan.
"Dorongan kepada Pemprov Jabar dapat difokuskan pada penguatan bantuan lintas instansi dan dukungan teknis untuk mempercepat penanganan," katanya.
Pemkab Garut sendiri telah menetapkan status tanggap darurat sejak 11 Oktober 2026 selama 14 hari. Aten mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan menangani kebakaran TPA Pasirbajing, termasuk penyiapan tim siaga kesehatan.
Setelah pemadaman dan masa tanggap darurat selesai, Aten meminta pemerintah melakukan evaluasi pengelolaan TPA. Mitigasi kebakaran juga harus disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Evaluasi pengelolaan TPA harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang," kata Aten.
Ia berharap koordinasi kabupaten dan provinsi tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Keselamatan masyarakat dan perbaikan tata kelola sampah dinilai perlu menjadi perhatian berkelanjutan di Garut.