JAWA BARAT — Film Being Heumann dijadwalkan tayang di bioskop terpilih Amerika Serikat pada 6 November mendatang, sebelum dirilis global lewat Apple TV pada 13 November. Proyek Apple Original Films ini mengangkat kisah nyata aktivis hak disabilitas Judy Heumann, diperankan aktris Ruth Madeley, dan telah tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) bulan lalu. Sutradara Siân Heder dan produser Kevin Walsh membangun lingkungan produksi inklusif yang mereka nilai sama pentingnya dengan filmnya sendiri.
Being Heumann menjadi salah satu judul yang dipromosikan dalam sesi tanya jawab di ajang Contenders London. Produser Kevin Walsh menyebut pengalaman produksi film ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri Hollywood.
"I think we created history," ujar Walsh dalam sesi tersebut, seraya menegaskan bahwa kebanggaan mereka tidak hanya pada hasil akhir film, tetapi juga pada lingkungan kerja yang inklusif bagi para pemain dan kru disabilitas.
Film ini diangkat dari memoar Judy Heumann dan berpusat pada peristiwa tahun 1977. Saat itu, Heumann memimpin lebih dari 100 penyandang disabilitas menduduki Gedung Federal San Francisco.
Aksi tersebut berlangsung selama 28 hari dan tercatat sebagai pendudukan gedung federal terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah menegakkan Section 504 of the Rehabilitation Act, aturan yang mewajibkan seluruh ruang federal dapat diakses penyandang disabilitas.
Karakter Heumann dipercayakan kepada Ruth Madeley, aktris yang dikenal lewat serial Doctor Who. Madeley sendiri merupakan penyandang disabilitas, sejalan dengan pendekatan casting film ini.
Walsh mengungkap bahwa film ini melibatkan 10 pemeran utama penyandang disabilitas. Jumlah itu menuntut penyesuaian fasilitas produksi secara menyeluruh, mulai dari pembuatan ramp untuk trailer hingga modifikasi ruang tata rias dan tata rambut.
"We really approached this film with the same kind of relentlessness that Judy approached her life," kata Walsh. Ia menambahkan bahwa dukungan Apple sebagai rumah produksi menjadi faktor kunci terealisasinya standar aksesibilitas tersebut.
Sutradara Siân Heder mengungkap awal mula proyek ini berawal dari pesan singkat seorang teman yang menjadi koordinator aksesibilitas dokumenter Crip Camp di Sundance. Temannya saat itu sedang bersama Heumann dan mendorong agar kisah hidup sang aktivis difilmkan.
Heder sebelumnya menangani Coda, film yang membawanya masuk ke komunitas tuli dan menyadarkan betapa banyak kisah dari komunitas disabilitas yang belum pernah diangkat ke layar lebar. Dari situ ia membaca memoar Heumann dan tertarik pada sosoknya yang dinilainya lucu, percaya diri, dan karismatik.
Being Heumann tayang perdana di TIFF bulan lalu dan menjadi salah satu headline gala di London Film Festival pekan ini. Setelah penayangan terbatas di bioskop pada 6 November, film ini akan tersedia di Apple TV mulai 13 November.
Langkah Apple merilis film ini secara global menandai makin seriusnya platform streaming dalam menggarap cerita-cerita sejarah yang jarang tersentuh produksi arus utama.