BANDUNG — Semen Kujang kembali hadir di pasar semen nasional setelah SIG secara resmi menghidupkan merek yang lahir di tanah Sunda lebih dari empat dekade lalu. Grand launching yang digelar di Hotel InterContinental, Bandung, itu sekaligus menjadi ajang perkenalan produk dengan teknologi baru kepada distributor, kontraktor, dan pemilik toko bangunan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang,” ujar Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam sambutannya.
Acara mengusung tema “Grand Launching Semen Kujang, Lebih Kokoh & Lebih Kuat”. Jajaran direksi dan komisaris SIG, mitra distributor, serta 387 toko bangunan dari lima wilayah tersebut memadati ruangan. Bagi mereka, kembalinya merek ini membawa harapan baru di tengah persaingan semen yang makin ketat.
Keputusan memunculkan lagi Semen Kujang bukan tanpa alasan. Indrieffouny menyebutkan ada dua faktor utama: besarnya potensi pasar Jawa Barat dan kedekatan historis masyarakat dengan merek ini.
“Kami ingin semakin dekat dengan distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri,” katanya.
Sejak pertama diproduksi pada 1975, Semen Kujang sempat menjadi pilihan utama dalam berbagai proyek konstruksi di Jawa Barat. Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa produk yang diluncurkan bukan merek baru, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang ingin dihidupkan kembali.
“Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan,” jelas Dicky dalam keterangan terpisah.
Semen Kujang yang diproduksi anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat, kini mengusung tipe Portland Composite Cement (PCC) dengan standar SNI 7064:2022.
Produk ini dilengkapi teknologi Active Micro Particle, inovasi butiran mikro yang dapat mengisi rongga material secara lebih optimal. Hasilnya, struktur bangunan lebih padat, kuat, dan tahan lama. Dicky menambahkan, semen ini juga memiliki daya rekat kuat, permukaan lebih halus, serta proses produksi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Untuk makin mendekatkan merek kepada masyarakat, SIG menggandeng Persib Bandung dalam rangkaian acara. Meet & greet bersama Beckam Putra, Adam Alis, dan Partico Matricardi menjadi salah satu sesi yang paling dinanti.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, hadir dalam kesempatan tersebut. Sebanyak tujuh mitra distributor wilayah Bandung ikut serta, dan 22 toko bangunan berpenjualan terbaik di Jawa Barat mendapat kesempatan eksklusif bertemu pemain Persib.
Grand launching juga diramaikan undian dengan hadiah utama satu unit motor Honda Beat. Asni Arini (36), pemilik TB Rama Daris di Sumedang, terpilih sebagai pemenang. Ia mengaku sejak merek ini kembali beredar, banyak konsumen yang mencarinya.
“Kualitasnya memang sudah teruji, merek ini memang sudah dari dulu banyak yang kenal. Sekarang Semen Kujang balik deui, jadi penjualannya tidak terlalu sulit. Apalagi malam ini Alhamdulillah dapat do [hadiah motor],” ungkapnya penuh syukur.
Selain motor, panitia juga menyediakan TV, smartphone, jersey Persib, dan voucher belanja. Langkah ini menjadi strategi SIG untuk merangkul toko bangunan sebagai garda terdepan penjualan semen di tingkat eceran.