Ekspor Jawa Barat Melonjak 9,62 Persen pada Juli 2026, Neraca Dagang Januari-Juli Cetak Surplus 16,63 Miliar Dolar AS

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 02 September 2026 | 19:01:31 WIB
Ekspor Jawa Barat pada Juli 2026 mencapai 3,98 miliar dolar AS, naik 9,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Provinsi Jawa Barat mencatatkan surplus neraca perdagangan luar negeri sebesar 16,63 miliar dolar AS sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Capaian ini ditopang oleh kinerja ekspor Juli 2026 yang menembus 3,98 miliar dolar AS, melonjak 9,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan sektor industri pengolahan nonmigas sebagai motor utama.

BANDUNG — Aktivitas ekspor dan impor di Jawa Barat terus menunjukkan tren ekspansif sepanjang tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat total nilai ekspor secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 23,58 miliar dolar AS, sebuah angka yang mengindikasikan permintaan global yang kuat terhadap produk manufaktur dari daerah ini.

Lonjakan signifikan terjadi pada Juli 2026. Nilai ekspor pada bulan tersebut menyentuh 3,98 miliar dolar AS, atau meningkat 9,62 persen jika dibandingkan dengan realisasi Juni 2026. Angka ini menjadi pendorong utama akumulasi surplus yang menggiurkan bagi kas daerah.

Industri Pengolahan Mendominasi Pasar Global

"Kinerja positif tersebut ditopang oleh nilai ekspor Juli 2026 yang menyentuh 3,98 miliar dolar AS, atau melonjak 9,62 persen dibandingkan perolehan Juni 2026," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Rabu.

Sektor industri pengolahan nonmigas tampil sebagai primadona. Sumbangannya terhadap total ekspor Jawa Barat sangat dominan, mencapai 98,61 persen. Artinya, hampir keseluruhan devisa yang masuk berasal dari aktivitas pabrik dan manufaktur, bukan dari komoditas mentah.

Impor Bahan Baku Jadi Sinyal Aktivitas Manufaktur

Di sisi lain, total nilai impor Jawa Barat pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,16 miliar dolar AS. Secara akumulasi, impor sepanjang Januari hingga Juli 2026 berada di angka 6,95 miliar dolar AS.

Yang menarik, struktur impor ini tidak didominasi barang konsumsi. Sebaliknya, impor bahan baku dan bahan penolong mencapai 80,35 persen dari total impor. Hal ini justru menjadi indikator positif bahwa roda produksi sektor manufaktur domestik masih berputar kencang untuk memenuhi permintaan ekspor.

Negara Penyumbang Surplus Terbesar untuk Jawa Barat

Dengan perbandingan nilai ekspor yang jauh melampaui impor, neraca perdagangan Jawa Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencetak surplus sebesar 16,63 miliar dolar AS. Surplus ini merupakan selisih dari total ekspor 23,58 miliar dolar AS terhadap impor yang hanya 6,95 miliar dolar AS.

Beberapa negara menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Jawa Barat. Amerika Serikat memimpin dengan kontribusi 3,76 miliar dolar AS, disusul Filipina sebesar 2,06 miliar dolar AS, dan Vietnam di posisi ketiga dengan nilai 1,23 miliar dolar AS. Keberadaan pasar-pasar utama ini menunjukkan diversifikasi tujuan ekspor yang sehat bagi perekonomian regional.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top