KABUPATEN BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa angka investasi yang masuk bukan sekadar catatan ekonomi, melainkan wujud kepercayaan dunia usaha terhadap daerahnya. Komitmen menjaga kepercayaan itu akan dijawab dengan perbaikan pelayanan, penguatan infrastruktur, serta kemudahan dan kepastian berusaha.
"Kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha," ujar Rudy.
Rudy menambahkan, Pemkab Bogor akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menekankan agar investasi yang masuk tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi mampu membuka lapangan kerja dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Pada triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat Rp6,59 triliun. Angka itu berasal dari 3.070 perusahaan dengan total 8.872 proyek.
Investasi pada periode tersebut menyerap 12.509 tenaga kerja. Rinciannya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,84 triliun.
Sektor perumahan dan kawasan industri menjadi penyumbang investasi terbesar triwulan II dengan nilai Rp2,76 triliun. Disusul jasa lainnya Rp1,07 triliun, transportasi-gudang-telekomunikasi Rp605,52 miliar, industri makanan Rp338,47 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp293,42 miliar.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri kimia dan farmasi paling banyak menyerap dengan 1.904 orang. Berikutnya perdagangan dan reparasi 1.753 orang, serta industri logam, mesin, dan elektronika 1.631 orang.
Rudy menilai variasi sektor investasi menjadi modal penting penguatan ekonomi Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, hingga perumahan bisa saling menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, ukuran keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari besaran modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. "Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut," katanya.
Dengan capaian semester I 2026, Kabupaten Bogor disebut memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Rudy mengingatkan bahwa capaian ini bukan garis akhir, melainkan kepercayaan yang harus dijawab dengan perbaikan pelayanan, penyederhanaan perizinan, infrastruktur, serta konektivitas yang lebih baik.