JAWA BARAT — Anggaran negara bagian yang disahkan musim panas lalu bertujuan menstabilkan pendapatan dengan mencegah korporasi mengimbangi lebih dari US$5 juta dalam kewajiban pajak tahunan selama tiga tahun ke depan. Sejumlah kelompok advokasi sebelumnya mendorong pengecualian penuh, namun solusi yang diperkenalkan legislator Jumat malam tidak sepenuhnya memenuhi tuntutan tersebut.
Dalam kompromi ini, hanya produksi independen yang sepenuhnya dikecualikan dari batas atas US$5 juta. Sementara itu, studio besar tetap terkena ketentuan tersebut namun mendapatkan kelonggaran pada aspek lain.
RUU ini juga menjawab kekhawatiran tentang periode pengembalian bagi studio yang memilih mengembalikan kredit untuk uang tunai. Aturan saat ini mengizinkan studio mendapatkan uang tunai alih-alih mengklaim kredit terhadap kewajiban pajak dengan diskon 10 persen dari total dan periode pengembalian lima tahun.
Perbaikan yang diusulkan mempercepat periode tersebut menjadi dua tahun dengan potongan hanya 5 persen. Selain itu, legislasi baru ini akan memperpanjang tanggal kedaluwarsa kredit pajak yang tidak dapat dikembalikan yang diterbitkan sebelum tahun 2025.
Legislator diwajibkan mempertimbangkan undang-undang selama 72 jam sebelum pemungutan suara. Dengan demikian, voting terhadap AB136 kemungkinan besar akan berlangsung Senin malam, beberapa jam sebelum tengah malam berakhirnya sesi legislatif.
Keputusan ini menjadi momen krusial bagi komunitas produksi California yang selama ini bersaing ketat dengan negara bagian lain dan negara-negara yang menawarkan insentif pajak lebih agresif. Jika disahkan, kebijakan ini diharapkan menjaga daya saing California sebagai destinasi produksi utama, terutama bagi rumah produksi independen yang selama ini menjadi tulang punggung kreativitas industri film.