JAWA BARAT — Pengguna Mac yang terbiasa bekerja dengan dua bahasa atau lebih sering menghadapi masalah klasik: kamus dan pemeriksa ejaan yang kaku. Jika sistem memakai satu bahasa, aplikasi lain ikut memakainya, padahal kebutuhan tiap aplikasi bisa berbeda. Ternyata, macOS punya solusi untuk masalah ini—tersembunyi di dalam menu pengaturan sistem yang jarang dijamah.
Di bagian paling bawah menu System Preferences > General > Language & Region, ada seksi bernama Applications. Dari sini, pengguna bisa menambahkan aplikasi tertentu dan memilih bahasa default yang berbeda dari bahasa sistem.
Fitur ini sangat membantu bagi mereka yang harus berpindah konteks bahasa dalam sehari. Misalnya, menulis laporan dalam bahasa Indonesia di satu aplikasi, lalu beralih ke bahasa Inggris untuk keperluan lain tanpa harus mengganti pengaturan bahasa sistem secara manual.
Salah satu penggunaan paling praktis adalah membedakan ejaan British English dan US English. Pengguna yang terbiasa menulis untuk dua pasar berbeda sering kesulitan karena pemeriksa ejaan tidak bisa membedakan kapan memakai kata yang benar untuk versi bahasa yang tepat.
Dalam kasus ini, pengguna bisa mengatur Safari untuk memakai British English sebagai bahasa sistem, sementara Google Chrome diarahkan ke US English. Dengan begitu, pemeriksa ejaan di tiap browser bekerja sesuai target audiens masing-masing tanpa perlu repot mengganti pengaturan global.
Ada satu batasan penting: fitur ini hanya bekerja pada aplikasi yang mendukung API lokalisasi milik Apple. Aplikasi yang tidak memakai API tersebut tidak akan muncul di daftar, sehingga pengaturan bahasa tidak bisa diterapkan.
Bagi pengguna yang memakai aplikasi pihak ketiga yang tidak mendukung fitur ini, opsi yang tersedia hanyalah mengganti bahasa sistem secara manual atau memakai aplikasi terpisah untuk tiap bahasa—persis seperti yang dilakukan penulis artikel asli sebelum menemukan fitur ini.
Bagi pekerja kreatif, jurnalis, atau penerjemah yang setiap hari berganti bahasa, fitur ini menghemat waktu dan mengurangi kesalahan ketik yang tidak terdeteksi. Alih-alih memeriksa ulang ejaan secara manual, macOS bisa menyesuaikan diri secara otomatis dengan konteks aplikasi yang sedang dipakai.
Apple memang dikenal dengan ekosistem yang terintegrasi, tapi fitur semacam ini jarang diangkat ke permukaan. Padahal, dampaknya cukup signifikan untuk produktivitas harian pengguna yang bekerja lintas bahasa.
Bagi pengguna Mac di Indonesia yang bekerja dengan klien luar negeri atau menulis konten untuk pasar global, fitur ini layak dicoba. Langkahnya sederhana: buka System Preferences, masuk ke Language & Region, gulir ke bawah, lalu tambahkan aplikasi yang ingin diatur bahasa defaultnya.