JAWA BARAT — Kekalahan telak yang dialami Mesir dari Argentina pada laga yang berlangsung pekan lalu masih menyisakan polemik panjang. Bukan hanya soal kebangkitan spektakuler juara bertahan yang sempat tertinggal 0-2, melainkan juga keputusan kontroversial wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang disebut-sebut telah merugikan tim asuhan Ehab Galal.
Dua momen krusial menjadi sumber utama kemarahan kubu Mesir. Pertama, sebuah gol mereka dianulir wasit pada babak pertama dengan alasan yang dinilai tidak jelas. Kedua, dalam proses terciptanya gol kemenangan Enzo Fernandez di menit akhir, Mohamed Salah diduga keras dilanggar pemain Argentina di area pertahanan sendiri.
Penyerang Mesir, Mostafa Zico, melontarkan pernyataan paling keras usai pertandingan. "Ada ketidakadilan sejak awal laga. Jelas turnamen ini sudah diatur (fixed)," ujarnya dengan nada frustrasi kepada media setempat.
Pernyataan Zico mendapat angin segar dari Zohran Mamdani, Wali Kota New York. Dalam pidato yang membahas transportasi umum, Mamdani secara spontan menyelipkan komentar tentang laga tersebut. "Warga New York bisa menghabiskan waktu ekstra untuk setuju dengan teman-teman kalian bahwa Mesir dirampok kemarin," ujar Mamdani.
Ia bahkan menambahkan, "Dengan enam menit tambahan yang saya dapat (dari bus yang lebih cepat), saya mungkin akan menonton ulang tayangan Mesir dirampok berulang kali." Komentar ini sontak menjadi viral dan memperkuat narasi ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit.
FIFA bergerak cepat meredam spekulasi. Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bicara membela Francois Letexier dan standar perwasitan di turnamen. Dalam wawancara resmi, Collina menegaskan bahwa tuduhan dari tim Mesir tidak berdasar.
"Diskusi konstruktif tentang keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan tanpa dasar tidak punya tempat dalam olahraga kita," tegas Collina. Ia memperingatkan bahwa pernyataan seperti itu bisa memicu ancaman terhadap para ofisial pertandingan dan keluarga mereka.
Terlepas dari kontroversi, hasil ini memastikan langkah Argentina ke perempat final. Lionel Messi dkk. yang sempat gagal mengeksekusi penalti, sukses membalikkan keadaan lewat tiga gol cepat di 10 menit akhir. Bagi Mesir, kekalahan pahit ini menjadi pelajaran mahal tentang betapa tipisnya margin kesalahan di turnamen sebesar Piala Dunia.