Tuduhan "Pertandingan Dikendalikan" Mewarnai Kemenangan Dramatis Argentina atas Mesir di Piala Dunia

Penulis: Ivan Setiawan  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 02:43:01 WIB
Wasit Francois Letexier menjadi sorotan dalam laga Argentina vs Mesir di Piala Dunia.

JAWA BARAT — Kekalahan telak yang dialami Mesir dari Argentina pada laga yang berlangsung pekan lalu masih menyisakan polemik panjang. Bukan hanya soal kebangkitan spektakuler juara bertahan yang sempat tertinggal 0-2, melainkan juga keputusan kontroversial wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang disebut-sebut telah merugikan tim asuhan Ehab Galal.

Gol Dianulir dan Dugaan Pelanggaran pada Salah

Dua momen krusial menjadi sumber utama kemarahan kubu Mesir. Pertama, sebuah gol mereka dianulir wasit pada babak pertama dengan alasan yang dinilai tidak jelas. Kedua, dalam proses terciptanya gol kemenangan Enzo Fernandez di menit akhir, Mohamed Salah diduga keras dilanggar pemain Argentina di area pertahanan sendiri.

Penyerang Mesir, Mostafa Zico, melontarkan pernyataan paling keras usai pertandingan. "Ada ketidakadilan sejak awal laga. Jelas turnamen ini sudah diatur (fixed)," ujarnya dengan nada frustrasi kepada media setempat.

Dukungan Tak Terduga dari Wali Kota New York

Pernyataan Zico mendapat angin segar dari Zohran Mamdani, Wali Kota New York. Dalam pidato yang membahas transportasi umum, Mamdani secara spontan menyelipkan komentar tentang laga tersebut. "Warga New York bisa menghabiskan waktu ekstra untuk setuju dengan teman-teman kalian bahwa Mesir dirampok kemarin," ujar Mamdani.

Ia bahkan menambahkan, "Dengan enam menit tambahan yang saya dapat (dari bus yang lebih cepat), saya mungkin akan menonton ulang tayangan Mesir dirampok berulang kali." Komentar ini sontak menjadi viral dan memperkuat narasi ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit.

FIFA Bantah Keras Tuduhan "Pertandingan Dikendalikan"

FIFA bergerak cepat meredam spekulasi. Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bicara membela Francois Letexier dan standar perwasitan di turnamen. Dalam wawancara resmi, Collina menegaskan bahwa tuduhan dari tim Mesir tidak berdasar.

"Diskusi konstruktif tentang keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan tanpa dasar tidak punya tempat dalam olahraga kita," tegas Collina. Ia memperingatkan bahwa pernyataan seperti itu bisa memicu ancaman terhadap para ofisial pertandingan dan keluarga mereka.

Dampak pada Peta Persaingan

Terlepas dari kontroversi, hasil ini memastikan langkah Argentina ke perempat final. Lionel Messi dkk. yang sempat gagal mengeksekusi penalti, sukses membalikkan keadaan lewat tiga gol cepat di 10 menit akhir. Bagi Mesir, kekalahan pahit ini menjadi pelajaran mahal tentang betapa tipisnya margin kesalahan di turnamen sebesar Piala Dunia.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top