Polisi Perluas Pengejaran Buron Pembunuh Sekdin Bangkalan hingga Jawa Tengah

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 10:44:01 WIB
Polisi memperluas pencarian buron pembunuh Sekdin Bangkalan hingga wilayah Jawa Tengah.

JAWA BARAT — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo masih memburu E yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum kematiannya. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengakui proses pengejaran berjalan rumit. "Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku," katanya, Rabu (8/7).

Terduga Pelaku Berpindah-pindah, Polisi Koordinasi dengan Kerabat

Jumhur mengatakan pelaku tidak menetap di satu wilayah sehingga polisi harus memperluas area pencarian. "Banyak titik. Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga," ujarnya. Polisi mendatangi teman dan keluarga terduga pelaku untuk melacak keberadaannya.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan jejak E sempat terlacak di Jawa Tengah. Namun, ia menegaskan E kerap berpindah domisili antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu," katanya. E disebut merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), lembaga yang telah dibubarkan pada 2004.

Korban Diduga Jadi Korban Love Scam Berkedok Proyek

Risang menduga motif pembunuhan terkait penipuan. Menurutnya, E memiliki rekam jejak keterlibatan dalam tindak penipuan properti, proyek, hingga jual-beli. "Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu," ucapnya. Ia menduga perkenalan antara korban dan terduga pelaku berkedok pencarian proyek.

Keluarga korban tidak mengenal sosok E. Risang menekankan penangkapan terhadap E menjadi kunci untuk mengungkap kronologi awal hubungan keduanya. "Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E," katanya.

Jasad Korban Ditemukan dengan Tanda Kekerasan

Sebelumnya, jasad RYS ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6). Dugaan pembunuhan menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan indikasi kekerasan. Pemeriksaan luar menunjukkan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.

Selain itu, dokter forensik menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.

Rekaman CCTV di area bandara menunjukkan E adalah pria misterius yang terakhir kali bersama korban. Keduanya diketahui bepergian bersama ke Malang dan Batu beberapa hari sebelum jasad RYS ditemukan.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top