SUKABUMI — Ratusan warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, memanfaatkan momen reses tematik Anggota DPRD Jawa Barat Yusuf Maulana untuk menyampaikan keluhan soal krisis air bersih. Jaringan distribusi yang ada saat ini dikelola secara swadaya dengan kondisi memprihatinkan: pipa-pipa tua, sambungan seadanya, dan penampungan menggunakan drum plastik.
Warga mengusulkan pembangunan sistem pipanisasi dari kawasan kaki Gunung Gede Pangrango menuju permukiman. Mereka meminta pemerintah membangun bak penampungan, jaringan distribusi utama, hingga perlengkapan pendukung lainnya. “Air bersih adalah kebutuhan dasar. Infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Yusuf Maulana dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Desa Gede Pangrango berada di kawasan penyangga Situ Gunung dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jumlah wisatawan yang terus meningkat dinilai sebagai peluang ekonomi, namun warga mengaku belum siap. Mereka meminta pelatihan pengelolaan homestay, tata boga, kerajinan suvenir, pemasaran digital, hingga kemampuan berbahasa asing dasar.
“Kalau SDM-nya bagus, manfaat pariwisata tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ini bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat,” kata Yusuf yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Selain air dan pelatihan, warga menyoroti kondisi infrastruktur penunjang wisata. Jalan menuju destinasi dinilai rusak, fasilitas parkir terbatas, penerangan jalan minim, dan rambu petunjuk arah hampir tidak ada. Drainase yang buruk juga dikeluhkan. Menurut warga, perbaikan akses akan meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menggerakkan usaha mikro, kuliner, dan jasa transportasi setempat.
Yusuf Maulana berjanji akan mengoordinasikan seluruh usulan dengan perangkat daerah terkait. “Potensi Gede Pangrango sangat besar. Pembangunan harus berkelanjutan, melibatkan warga, dan menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.