BANDUNG — Pergerakan harga pangan di Jawa Barat pada Rabu (1/7/2026) pukul 16.38 WIB menunjukkan tren penurunan pada delapan dari 16 komoditas yang dipantau. Data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat, penurunan paling dalam terjadi pada bawang merah yang turun Rp 321 (0,76 persen) menjadi Rp 42.080 per kilogram.
Harga telur ayam ras terpantau di level Rp 24.580 per kilogram, turun 0,57 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan serupa juga terjadi pada minyak goreng sawit curah yang kini dibanderol Rp 19.632 per liter, atau turun tipis 0,1 persen. Sementara itu, minyak goreng sawit kemasan premium dan Minyakita masing-masing bertahan di harga Rp 21.201 per liter dan Rp 15.700 per liter.
Komoditas lainnya yang turun adalah daging ayam ras, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan beras premium. Harga beras medium justru stagnan di angka Rp 13.254 per kilogram, begitu pula dengan tepung terigu yang tetap Rp 12.009 per kilogram.
Meski mayoritas turun, tiga komoditas justru mencatatkan kenaikan harga. Bawang putih honan melonjak paling tinggi, naik Rp 166 (0,45 persen) menjadi Rp 37.353 per kilogram. Daging sapi paha belakang naik tipis 0,13 persen ke Rp 144.284 per kilogram, sementara cabai merah besar naik 0,16 persen menjadi Rp 37.870 per kilogram.
Kenaikan harga bawang putih impor ini berpotensi menekan pedagang kecil dan pelaku UMKM kuliner di Jawa Barat yang bergantung pada komoditas tersebut sebagai bumbu dasar masakan.
Dengan harga kedelai impor yang turun 0,19 persen menjadi Rp 13.679 per kilogram, para perajin tahu dan tempe di Jawa Barat bisa sedikit bernapas lega. Namun, kenaikan bawang putih honan patut diwaspadai karena bisa memicu efek domino pada harga makanan siap saji di warung dan rumah makan.