JAWA BARAT — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi bahwa proses lelang untuk kendaraan dinas berbasis BBM tengah berjalan. “Mobil operasional yang menggunakan bensin sudah kami lelang semuanya dan saat ini masih dalam proses,” ujarnya, Senin (29/6/2026). Tujuan utamanya adalah memangkas ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang harganya terus merangkak naik.
Selain melelang mobil, Pemkot juga mendorong penggunaan sepeda motor untuk tugas-tugas lapangan yang tidak membutuhkan kendaraan roda empat. Menurut Eri, langkah ini masuk dalam strategi efisiensi agar anggaran daerah tidak semakin jebol akibat fluktuasi harga energi. “Langkah itu menjadi salah satu strategi efisiensi agar anggaran tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga BBM,” imbuhnya.
Meski gencar melakukan elektrifikasi untuk kendaraan administrasi, Pemkot mengakui bahwa sejumlah armada vital masih sulit lepas dari ketergantungan terhadap solar. Truk sampah, armada operasional sungai, kendaraan pengerukan, hingga mobil pemadam kebakaran tercatat masih menggunakan bahan bakar diesel untuk menjalankan tugas sehari-hari.
Kondisi ini membuat Pemkot Surabaya mengajukan permohonan khusus ke pemerintah pusat. Mereka meminta agar armada pelayanan dasar masyarakat bisa tetap mendapatkan akses BBM subsidi. “Kendaraan ini digunakan untuk pelayanan masyarakat, bukan untuk kegiatan administratif pemerintahan. Karena itu kami mengajukan agar armada pelayanan publik bisa mendapatkan BBM subsidi,” jelas Eri.
Dari hasil pembahasan dengan kementerian terkait, sebagian armada persampahan telah memperoleh persetujuan untuk menggunakan BBM subsidi. Namun, pengajuan untuk kendaraan pemadam kebakaran dan armada sektor pekerjaan umum (PU) masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Pemkot berharap ada skema khusus yang bisa menopang operasional armada pelayanan publik tanpa membebani APBD. “Kami berharap ada skema yang dapat mendukung operasional armada pelayanan publik, sehingga pemerintah daerah tetap dapat menjaga kualitas layanan kepada masyarakat secara optimal,” tutup Eri. Ia menekankan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut beroperasi setiap hari untuk kebutuhan dasar warga Surabaya.