BANDUNG — Punceling Park hadir sebagai alternatif wisata alam bagi warga Bandung Raya dan sekitarnya. Berada di ketinggian khas Ciwidey, lokasi ini menyuguhkan kolam air panas alami dengan latar belakang pepohonan pinus yang rapi dan udara sejuk khas pegunungan.
Daya tarik utama Punceling Park terletak pada perpaduan antara sumber air panas belerang dan lanskap hutan pinus. Pengunjung bisa berendam di kolam yang airnya langsung bersumber dari mata air panas alami sambil menikmati pemandangan hijau.
Area ini juga dilengkapi dengan spot-spot foto yang memanfaatkan batang pohon pinus dan jembatan kayu. Suasana sejuk dan tenang membuat tempat ini cocok untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Destinasi ini berada di jalur Ciwidey menuju Rancabali, tepatnya di Desa Patenggeng, Kecamatan Pasirjambu. Akses jalan dari pusat Kota Bandung memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat.
Rute yang dilalui cukup populer karena melewati kawasan perkebunan stroberi dan teh. Jalan menuju lokasi sudah beraspal, namun sebagian ruas cukup sempit dan menanjak.
Punceling Park menyediakan beberapa kolam air panas dengan suhu yang berbeda, mulai dari kolam dewasa hingga kolam anak. Selain itu, tersedia juga area ganti, kamar mandi, dan warung makan sederhana di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, tarif masuk Punceling Park masih relatif murah. Pengunjung cukup membayar tiket masuk di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per orang, tergantung hari biasa atau akhir pekan.
Biaya parkir kendaraan dipisahkan dengan tiket masuk. Untuk sepeda motor dikenakan tarif Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari atau sore menjelang magrib. Suhu di Ciwidey bisa mencapai 15 derajat Celsius, sehingga disarankan membawa jaket atau pakaian hangat.
Pada akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat parkir dan kolam yang tidak terlalu ramai.