CIAMIS — Panggung di Taman Lokasana bukan sekadar hiburan malam. Di balik gemerlap lampu dan alunan musik, ada narasi pembinaan yang coba diangkat: warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis meluncurkan lagu karya mereka sendiri di hadapan ribuan pasang mata.
Peristiwa itu terjadi dalam gelaran Malam Harmoni Tanpa Batas, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang juga menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Ciamis, Lapas Kelas IIB Ciamis, Yayasan Bakti Anak Negeri, Forkopimda, komunitas seni, dan sejumlah musisi nasional.
Momen yang paling menyita perhatian adalah peluncuran lagu karya warga binaan. Lagu tersebut lahir dari Program Pojok Musik Lapas Ciamis, sebuah wadah pembinaan yang dirancang untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni musik.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan bahwa karya ini adalah bukti nyata proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. “Melalui Pojok Musik Lapas, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif,” ujarnya.
Peluncuran itu sekaligus menjadi simbol bahwa mantan narapidana pun bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi masyarakat. Bukan sekadar hiburan, acara ini ingin menghapus stigma bahwa warga binaan tidak bisa berkarya.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, sinergi antarlembaga mampu menghadirkan program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berdampak sosial positif.
“Terima kasih kepada jajaran Lapas Ciamis yang telah menggagas program pembinaan kreatif melalui musik,” kata Herdiat. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perayaan berlangsung.
Di panggung yang sama, Yayasan Bakti Anak Negeri memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh. Brigjen TNI (Purn.) H. Rubiono Prawiro menyerahkan langsung penghargaan kepada Herdiat Sunarya, AKBP Hidayatullah, Letkol Inf. Antonius Ari Widiono, dan Supriyanto. Mereka dinilai berperan besar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Ribuan warga memadati kawasan Taman Lokasana sejak sore. Kemunculan Charly Van Houten dan Yayan Jatnika di atas panggung semakin memicu antusiasme. Namun, bagi sebagian pengunjung, momen paling berkesan justru saat warga binaan naik panggung membawakan lagu ciptaan mereka sendiri.
Acara ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas seni, dan masyarakat bisa melahirkan sesuatu yang lebih dari sekadar seremonial. Ada pesan bahwa pembinaan, kreativitas, dan kebersamaan mampu menghasilkan karya inspiratif yang bermanfaat bagi banyak orang.