JAWA BARAT — Pemungutan suara di Strasbourg, Selasa (16/6), menghasilkan dua paket regulasi yang saling melengkapi. Paket pertama, yang mengatur akses bebas tarif untuk semua barang industri AS, disetujui 440 anggota parlemen, 151 menolak, dan 50 abstain. Paket kedua, yang memperpanjang fasilitas impor lobster AS tanpa tarif dan memperluasnya ke produk olahan, lolos dengan dukungan 444 suara, 152 menolak, dan 54 abstain. Kedua aturan ini merupakan implementasi dari pernyataan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Turnberry, Skotlandia, Juli tahun lalu.
Proses negosiasi antara Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa berlangsung alot. Dalam pembahasan, kedua lembaga ini memperketat rancangan awal yang diajukan Komisi Eropa. Hasilnya, sejumlah aturan pengaman dimasukkan untuk menjaga industri dan pertanian Eropa dari tekanan kompetisi harga.
Salah satu poin krusial adalah klausul batas waktu. Preferensi tarif untuk barang-barang AS hanya berlaku hingga 31 Desember 2029, kecuali diperpanjang melalui mekanisme baru. Selain itu, Komisi Eropa mendapat kewenangan untuk menangguhkan fasilitas tarif secara sepihak jika AS masih memberlakukan tarif di atas 15 persen terhadap produk turunan baja dan aluminium UE setelah 31 Desember 2026.
Brussel juga menyiapkan mekanisme respons yang lebih luas. UE dapat mengambil tindakan jika Washington dinilai tidak menyelesaikan persoalan tarif yang menekan sejumlah ekspor Eropa. Ekspor tersebut sebelumnya terkena batas tarif menyeluruh sebesar 15 persen. Lebih jauh, Komisi Eropa diberi wewenang untuk menyelidiki lonjakan impor yang dinilai mengancam industri UE, termasuk sektor pertanian. Jika dampaknya terbukti serius, tindakan pengamanan dapat segera diambil.
Intinya, Eropa menerima barang-barang AS lebih leluasa. Namun, pintu itu tidak dibiarkan lepas engsel. Industri baja, aluminium, dan petani Eropa tetap diberi pagar perlindungan yang jelas.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut keputusan parlemen. Melalui platform X, ia mengatakan UE tinggal beberapa hari lagi memenuhi komitmen menghapus tarif atas impor barang industri AS.
"Dengan implementasi penuh di kedua pihak, kesepakatan kita akan memberikan manfaat lebih besar bagi warga dan pelaku usaha," kata von der Leyen.
Aturan ini masih menunggu persetujuan resmi Dewan Uni Eropa. Setelah itu, regulasi akan berlaku setelah dimuat dalam Jurnal Resmi Uni Eropa. Proses administrasi ini diperkirakan rampung dalam beberapa pekan ke depan.