Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Yayasan di Garut Lepas 30 Siswa SMK DKV dengan Pesan Hijrah dan Akhlak

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:31:01 WIB
siswa SMK DKV Yayasan Amanah Aminah Maemunah dilepas dengan pesan hijrah dan akhlak di Garut.

GARUT — Tidak ada panggung megah atau dekorasi mewah dalam acara pelepasan siswa kali ini. Namun, di balik kesahajaan yang tersaji dengan latar hamparan persawahan, justru tercipta suasana haru dan kekhidmatan yang menyentuh para wali santri.

Kepala SMP Terpadu Ma’rif Al-Maemunatul Huda, Dewi Diyanti, menekankan bahwa kelulusan bukan sekadar angka di rapor. “Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mampu menjaga akhlaknya, menghormati orang tua, mencintai guru, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

30 Lulusan DKV Dilepas dengan Bekal Nilai Keislaman

Tahun ini, SMK K.H. Hasyim Asy’ari meluluskan 30 siswa dari Jurusan Desain Komunikasi Visual. Mereka dilepas dengan harapan mampu mengembangkan keterampilan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menimba ilmu di yayasan tersebut.

Pihak yayasan juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi serta para guru dengan loyalitas tinggi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras selama proses pendidikan.

Pesan Pendiri Yayasan: Jadikan Hijrah sebagai Bekal

Acara turut dihadiri Pembina dan Pendiri yayasan, Ir. Deni Ranggajaya, yang dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama di Kabupaten Garut. Dalam sambutannya, ia mengajak para lulusan menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai momentum perubahan.

“Tahun Baru Islam mengajarkan makna perubahan menuju kebaikan. Kelulusan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru. Teruslah belajar, jangan pernah melupakan jasa orang tua dan guru,” pesannya.

Deni juga mengingatkan agar para lulusan tidak melupakan tempat mereka dibesarkan. “Setinggi apa pun cita-cita yang kalian raih, tetaplah rendah hati. Kembalilah membawa ilmu, akhlak, dan kepedulian untuk memberi manfaat kepada sesama,” tuturnya.

Mengapa Lokasi Acara Dipilih di Tengah Sawah?

Pemilihan Kafe & Resto Salegar yang bernuansa wisata alam sengaja dilakukan untuk menciptakan ruang silaturahmi yang hangat antara keluarga besar yayasan dengan para wali santri. Setelah prosesi resmi usai, kebersamaan berlanjut dalam suasana santai sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Yayasan Amanah Aminah Maemunah yang dipimpin Lutfi Wassi, S.I.P., M.Pd., terus berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan terjangkau. Lembaga ini juga dikenal tegas menolak segala bentuk praktik pungutan liar demi memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: jabarbicara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top