BANDUNG BARAT — Puluhan warga Kompleks Permata, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, sontak panik saat angin kencang tiba-tiba melanda kawasan mereka pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian itu berlangsung di tengah cuaca cerah dan terik matahari, tanpa didahului tanda-tanda hujan atau mendung.
Rekaman video amatir warga yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah gerobak pedagang jajanan yang mangkal di pinggir jalan roboh berserakan. Beberapa tenda jualan ikut tersapu angin hingga ke tengah jalan raya.
"Ya warga panik karena kan gerobak-gerobak pedagang sampai berjatuhan. Ada yang pakai tenda jualannya, tendanya juga sampai tersapu angin ke tengah jalan," kata Camat Ngamprah, Hari Mustika, saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Hari menjelaskan, angin kencang itu muncul begitu saja tanpa ada perubahan cuaca. Warga yang sedang bersantai di luar rumah kaget saat suara gemuruh tiba-tiba terdengar, diikuti embusan angin yang menerbangkan debu dan dedaunan.
"Betul tadi kita terima informasi dari masyarakat, ada angin kencang di Kompleks Permata. Enggak ada angin atau hujan, jadi datang tiba-tiba begitu saja," ujar Hari.
Pihak Kecamatan Ngamprah langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan pengecekan dan pendataan dampak. Informasi sementara yang dihimpun, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Sudah monitoring ke lapangan, kemudian dilaporkan ke BPBD untuk assessment dampaknya barangkali ada yang terdampak namun belum terlaporkan," kata Hari.
Hingga Senin (8/6/2026) pagi, petugas masih melakukan pendataan kerugian material yang dialami para pedagang dan warga sekitar. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara tiba-tiba di wilayah Bandung Barat.